Argentina sukses tempatkan Prancis di posisi dua, tapi Messi cs berpotensi gagal di Piala Dunia 2026

Timnas Argentina Menduduki Puncak Ranking FIFA, Tapi Ada Momen yang Harus Diperhatikan

Timnas Argentina berhasil menggantikan posisi pertama di ranking FIFA dari tangan Timnas Prancis. Namun, prestasi ini bisa menjadi tantangan berat bagi La Albiceleste saat menghadapi Piala Dunia 2026.

Pencapaian ini terjadi tanpa kesulitan berarti, setelah Timnas Prancis kalah dalam laga uji coba melawan Pantai Gading pada Jumat (5/6/2026) dini hari WIB. Di Stade de la Beaujoire, Nantes, Si Ayam Jantan kalah dengan skor 1-2.

Pantai Gading memimpin pada menit ke-45 lewat gol Rayan Cherki. Meskipun unggul di babak pertama, keunggulan itu tidak bertahan hingga akhir. Di babak kedua, Pantai Gading mencetak dua gol masing-masing oleh Guela Doue di menit ke-53 dan Amad Diallo di menit ke-84. Kekalahan ini membuat Prancis kehilangan 7,89 poin, sehingga poin mereka di ranking FIFA turun menjadi 1869,43 poin. Akibatnya, mereka terjun dari peringkat pertama ke peringkat ketiga dalam update terbaru FIFA pada 10 Juni 2026.

Di hari yang sama, Timnas Spanyol juga kehilangan poin setelah imbang 1-1 melawan Irak. Hal ini memungkinkan Argentina untuk menduduki peringkat pertama. Bahkan, meskipun kalah dalam laga uji coba melawan Honduras pada Minggu (7/6/2026), Argentina tetap mempertahankan posisinya sebagai tim peringkat pertama dunia.

Dengan status ini, Argentina akan memulai kampanye Piala Dunia 2026 sebagai tim peringkat pertama. Namun, ada sejarah yang bisa menjadi peringatan. Sejak FIFA memperkenalkan sistem ranking pada 1992, belum ada tim peringkat pertama yang berhasil memenangkan Piala Dunia.

Beberapa contoh sejarah antara lain:
* 1994: Jerman berada di peringkat pertama, namun juara justru Brasil.
* 1998: Brasil di posisi pertama, tapi kalah di final saat melawan Prancis.
* 2002: Prancis di puncak ranking, tetapi tersingkir di fase grup.
* 2006: Brasil di peringkat pertama, namun gelar juara diraih Italia.
* 2010: Brasil juga di puncak ranking, tapi terhenti di perempat final.
* 2014, 2018, dan 2022: Jerman, Prancis, dan Argentina menjuarai Piala Dunia, meski tidak berada di puncak ranking FIFA.

Meskipun dihantui sejarah buruk, Timnas Argentina ingin mematahkan kutukan tersebut. Dengan status juara bertahan, Argentina ingin meniru jejak Italia dan Brasil yang sukses memenangkan Piala Dunia secara back-to-back.

Hasrat ini terlihat dari pemilihan pemain, di mana Argentina masih mengandalkan mayoritas pemain yang menjuarai Piala Dunia 2022. Selain itu, kehadiran Lionel Messi juga menjadi faktor penting. Ini akan menjadi Piala Dunia terakhir bagi La Pulga, sehingga kemampuan dan pengalamannya sangat berharga bagi tim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *