BISNIS  

Siswa Queensway Secondary School Singapura Belajar Teknologi Pelabuhan Modern di TTL

SURABAYA – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) menerima kunjungan edukatif dari Queensway Secondary School Singapura pada Rabu (3/6). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan praktik kepelabuhanan modern kepada generasi muda sekaligus memberikan pemahaman mengenai peran strategis pelabuhan dalam mendukung rantai pasok nasional maupun global.

Sebanyak 35 siswa beserta guru pendamping mengikuti rangkaian kegiatan yang memperkenalkan sistem operasional terminal peti kemas berbasis otomasi, penerapan konsep green and smart port, serta transformasi digital yang diterapkan dalam pengelolaan terminal modern.

Dalam sesi pemaparan, para peserta memperoleh informasi mengenai profil perusahaan, proses bisnis terminal peti kemas, hingga berbagai inovasi teknologi yang mendukung operasional yang efisien, aman, dan berkelanjutan. Para siswa juga mendapatkan wawasan tentang pentingnya sektor maritim dan logistik sebagai tulang punggung perdagangan internasional.

Sebagai terminal peti kemas semi otomatis pertama di Indonesia, PT Terminal Teluk Lamong mengoperasikan berbagai teknologi modern, seperti Automated Stacking Crane (ASC), Optical Character Recognition (OCR), serta sistem pengendalian operasional terpusat yang mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas layanan kepelabuhanan.

Tidak hanya menerima materi di dalam ruangan, para peserta juga diajak meninjau langsung area dermaga dan lapangan penumpukan peti kemas (container yard). Mereka menyaksikan secara langsung proses bongkar muat kapal, operasional peralatan otomatis, hingga aktivitas terminal yang terintegrasi dengan teknologi digital.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para siswa aktif mengikuti sesi diskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait teknologi otomasi, operasional terminal, hingga prospek industri maritim di masa mendatang.

Corporate Communication Manager PT Terminal Teluk Lamong, Dahlia Permatasari, mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan terminal peti kemas modern yang mengedepankan inovasi, digitalisasi, dan keberlanjutan.

“Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan PT Terminal Teluk Lamong sebagai terminal peti kemas modern yang mengedepankan inovasi, digitalisasi, dan keberlanjutan. Kami berharap pengalaman belajar langsung di lapangan dapat memberikan perspektif baru bagi para siswa mengenai perkembangan industri maritim dan logistik yang semakin terhubung secara global,” ujarnya.

Sementara itu, Head of Department Queensway Secondary School Singapura, Feroz Ali Bin Akbar Ali, menyampaikan apresiasinya atas kesempatan yang diberikan kepada para siswa untuk belajar langsung di lingkungan pelabuhan modern.

“Kunjungan ini memberikan pengalaman belajar yang sangat berharga bagi para siswa. Mereka dapat melihat secara langsung bagaimana teknologi otomasi dan prinsip keberlanjutan diterapkan dalam operasional pelabuhan modern. Pengalaman seperti ini memperkaya pemahaman mereka mengenai industri maritim global di luar pembelajaran di ruang kelas. Kami menyampaikan apresiasi kepada PT Terminal Teluk Lamong atas sambutan dan kesempatan yang diberikan,” katanya.

Melalui kegiatan edukatif ini, PT Terminal Teluk Lamong berharap dapat terus berkontribusi dalam memperluas wawasan generasi muda mengenai sektor maritim dan logistik yang semakin terintegrasi secara global.