Sutradara Bernardus Raka menorehkan langkah bersejarah dalam kariernya dengan menghadirkan film panjang pertamanya, Nobody Loves Kay, yang tayang di bioskop mulai Kamis, 4 Juni 2026. Film ini menjadi debut yang luar biasa bagi Raka, yang sebelumnya lebih dikenal sebagai sutradara video musik dan film pendek. Kehadiran Nobody Loves Kay tidak hanya menjadi bukti komitmennya terhadap dunia perfilman, tetapi juga menjadi wujud perjalanan pribadi yang penuh makna.
Sentuhan Personal dan Realita Persahabatan
Nobody Loves Kay menyimpan kedekatan personal yang sangat erat dengan masa lalu sang sutradara. Bernardus Raka mengungkapkan bahwa bagian yang paling menguras emosi selama proses produksi adalah saat ia mengeksplorasi konflik persahabatan. Bagian cerita ini lahir dari refleksi diri atas hubungan yang pernah ia alami dengan teman-temannya di Surabaya, yang sempat ditinggalkan demi mengejar karier di ibukota.
Raka tidak menampik bahwa dalam perjalanan hidupnya, ia pernah melakukan kesalahan dalam hubungan pertemanan. Namun, melalui narasi yang dibangun dalam film perdandanya, ia ingin menyampaikan pesan jujur dari lubuk hatinya. Ia menjelaskan bahwa film ini juga menjadi bentuk permintaan maafnya kepada teman-teman yang pernah ia tinggalkan.
“Aku juga sampai sini bukan berarti aku tidak meninggalkan teman-temanku di Surabaya. Bukan berarti aku tidak pernah menjahati mereka, mengkhianati mereka. Aku juga pernah melakukan hal tersebut, dan mungkin film ini menjadi bentuk permintaan maafku juga buat teman-teman yang udah aku tinggalin,” ujarnya saat konferensi pers di Jakarta pada Kamis, 28 Mei 2026.
Proses penulisan skenario pada bagian konflik tersebut diakui Raka sebagai fase yang paling berat karena mengaduk kembali memori perjuangan masa lalunya. Ia berharap film perdananya ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sebuah karya yang berbekas di hati penonton, terutama bagi siapa saja yang merindukan arti ketulusan dalam sebuah persahabatan.
Lompatan Karier dan Takdir di Film Panjang
Bagi Bernardus Raka, menyutradarai Nobody Loves Kay merupakan lompatan karier yang sama sekali tidak pernah ia duga sebelumnya. Ia mengaku sempat tidak memiliki bayangan akan menggarap proyek film panjang di usianya yang sekarang. Rencana awalnya hanya ingin fokus mengerjakan proyek-proyek video musik, namun kesempatan emas ini datang setelah ia dipertemukan dengan tim produser, penulis naskah, dan jajaran aktor yang solid.
Peluncuran film panjang perdananya ini dirasa sangat emosional karena bertepatan dengan momen besar di kehidupan pribadinya. Raka baru saja melangsungkan pernikahan tepat lima hari sebelum Gala Premiere, sehingga konsentrasinya sempat terbagi dalam dua minggu terakhir. Kendati demikian, kehadiran sang istri di barisan penonton menjadi dukungan moral terbesar bagi Raka saat menghadapi debaran perilisan karya pertamanya di hadapan publik.
“Jujur, 1-2 minggu terakhir ini cukup isi kepala cukup berantakan. Deg-degan juga, karena yang pertama, 5 hari yang lalu aku menikah, terus habis itu hari ini aku rilis film, dan itu istri saya ada di situ tuh,” ungkap Raka.
Dalam perjalanan kreatifnya, Raka mengatakan bahwa Nobody Loves Kay adalah karya yang sangat spesial. Ia percaya bahwa film ini tidak hanya menceritakan kisah individu, tetapi juga mencerminkan pengalaman universal yang bisa dinikmati oleh banyak orang. Dengan bantuan tim yang kuat dan semangat yang tak pernah padam, Raka berhasil membawa kisahnya ke layar lebar, memberikan dampak yang mendalam bagi para penonton.






