Hijab Edit Tessa Kaunang: Sandy Tumiwa Dituding Pansos

Kontroversi Foto Editan: Tessa Kaunang Geram dengan Unggahan Mantan Suami

Tessa Kaunang tengah diliputi kekesalan dan kemarahan yang mendalam. Sumber kekesalannya tak lain adalah mantan suaminya, Sandy Tumiwa, yang nekat mengunggah foto dirinya yang telah diedit dengan tambahan hijab di media sosial. Tindakan ini sontak memicu reaksi keras dari Tessa, yang merasa bahwa unggahan tersebut sengaja dibuat untuk menggiring opini publik secara keliru.

Tessa menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berpindah keyakinan dan menjadi mualaf. Ia menilai bahwa Sandy telah bermain-main dengan ranah keyakinan pribadi yang seharusnya tidak dipermainkan. Baginya, masalah iman dan keyakinan adalah hal yang sangat sakral dan tidak dapat dijadikan bahan candaan atau materi sensasi.

“Mendoakan, tapi kan akhirnya banyak menggiring opini publik untuk menjadi salah dengan tanggapan mungkin dikira saya jadi apa, mualaf atau apa. Nah, ini masalah keyakinan,” ungkap Tessa Kaunang saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, pada Selasa malam, 9 Juni 2020.

Bintang sinetron yang dikenal dengan paras cantiknya ini merasa bahwa unggahan Sandy Tumiwa tidak hanya sekadar iseng, melainkan sudah menyentuh ranah personal yang sangat sensitif. Ia merasa kehidupannya yang selama ini telah berjalan tenang, terutama bersama anak-anaknya, kini terusik oleh ulah mantan suaminya. Keberadaan Sandy yang tidak lagi menjadi bagian dari rumah tangganya seharusnya membuat situasi menjadi lebih kondusif, namun justru timbul masalah baru akibat tindakan kontroversial ini.

“Jadi saya pikir harusnya, ya udahlah kita punya kehidupan masing-masing, kenapa musti kayak gini? Ini kalau menurut saya, ujung-ujungnya dia pansos. Gitu kan, gitu,” tuturnya dengan nada kesal.

Lebih lanjut, Tessa mengungkapkan kekhawatiran terbesarnya adalah dampak negatif yang mungkin timbul terhadap anak-anaknya. Ia tidak ingin anak-anaknya terpengaruh oleh narasi keliru yang diciptakan oleh mantan suaminya melalui foto editan tersebut.

Pertanyakan Motif di Balik Unggahan Kontroversial

Tessa Kaunang juga mempertanyakan motif sebenarnya di balik tindakan Sandy Tumiwa. Jika memang hanya sekadar iseng atau tidak memiliki niat buruk, Tessa heran mengapa wajahnya yang dipilih untuk diedit. Ia mengaku mengetahui bahwa Sandy memiliki beberapa mantan kekasih lain, dan ia mempertanyakan mengapa tidak ada dari mereka yang menjadi objek editannya.

“Kenapa muka saya yang dipasang, kenapa nggak muka mantan-mantannya yang lain?” ungkapnya sambil tertawa getir, menunjukkan keheranan dan sedikit sindiran atas pilihan Sandy.

Langkah Hukum: Somasi hingga Laporan Polisi

Merasa privasinya terusik dan nama baiknya dicemarkan, Tessa Kaunang tidak tinggal diam. Ia telah mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada Sandy Tumiwa. Somasi ini bertujuan untuk meminta pertanggungjawaban atas unggahan foto editan yang dinilai telah mengusik ketenangan hidupnya.

Tessa Kaunang telah berkonsultasi dengan pengacaranya, Sunan Kalijaga, mengenai langkah-langkah yang perlu diambil. Permintaan utamanya adalah agar foto editan tersebut segera dihapus dari peredaran di media sosial.

“Saya cuma minta foto itu di take down,” ujar Tessa Kaunang.

Jika somasi yang dilayangkan tidak mendapatkan respons positif dalam tenggat waktu tiga hari, Tessa Kaunang menegaskan kesiapannya untuk membawa masalah ini ke ranah hukum yang lebih serius. Ia berencana melaporkan Sandy Tumiwa ke pihak kepolisian atas dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran privasi. Keputusan ini diambil sebagai upaya terakhir untuk melindungi diri dan hak-haknya dari tindakan yang dianggapnya tidak bertanggung jawab dan merugikan.

Kasus ini menyoroti pentingnya menjaga etika dalam bermedia sosial, terutama bagi figur publik. Tindakan mengedit dan menyebarkan foto seseorang tanpa izin, apalagi dengan tujuan menggiring opini publik, dapat menimbulkan konsekuensi hukum yang serius dan merusak hubungan antarindividu. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa privasi dan keyakinan pribadi adalah hal yang harus dihormati oleh siapapun, tanpa terkecuali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *