TEGAL – Pelindo Regional 3 Cabang Pelabuhan Tegal memperketat pengawasan terhadap kapal-kapal yang bersandar di area pelabuhan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kecelakaan dan kebakaran selama puncak musim kemarau.
Pengawasan dilakukan melalui inspeksi rutin maupun mendadak, dengan fokus pada pemeriksaan peralatan keselamatan kapal. Petugas memastikan alat pemadam api ringan (APAR) dan sistem hidran dalam kondisi layak serta dapat digunakan saat terjadi keadaan darurat.
Selain memeriksa peralatan keselamatan, Pelindo juga memberikan sosialisasi kepada anak buah kapal (ABK) agar meningkatkan kewaspadaan selama kapal berada di area pelabuhan, terutama terhadap aktivitas yang berpotensi menimbulkan percikan api.
“Kami melakukan sosialisasi kepada awak kapal dan memperketat pengawasan yang berfokus pada peningkatan kewaspadaan terhadap aktivitas yang berpotensi memicu percikan api,” kata General Manager Pelindo Regional 3 Cabang Pelabuhan Tegal, Tri Sugiyatno, Selasa (15/9/2026).
Menurut Tri, langkah antisipatif tersebut penting dilakukan mengingat wilayah Tegal saat ini memasuki puncak musim kemarau. Kondisi cuaca yang panas dan terik dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran di area pelabuhan.
Karena itu, Pelindo meminta pemilik kapal maupun ABK melakukan pendinginan kapal secara berkala, khususnya ketika kapal berada dalam kondisi terpapar teriknya matahari.
Tri menegaskan, Pelindo berkomitmen menjaga kelancaran arus barang sekaligus memastikan keamanan operasional maritim selama musim kemarau. Pengawasan terhadap kapal yang bersandar juga akan terus ditingkatkan melalui inspeksi secara berkala maupun mendadak.
“Langkah ini merupakan upaya mitigasi risiko kebakaran sekaligus memastikan seluruh armada mematuhi standar keselamatan kerja di area pelabuhan,” ujarnya.
Dalam kegiatan inspeksi tersebut, Tri Sugiyatno mendatangi sejumlah kapal yang tengah bersandar di Pelabuhan Tegal. Sebagai pelabuhan rakyat, kawasan tersebut cukup banyak melayani kapal-kapal tradisional yang sebagian menggunakan material kayu.
Karakteristik kapal berbahan kayu membuat pemeriksaan keselamatan perlu dilakukan secara intensif, terutama untuk mengantisipasi potensi kebakaran maupun kebocoran. Terlebih dalam kondisi cuaca yang terik, risiko tersebut dapat meningkat dan membahayakan kapal maupun keselamatan ABK.






