Ahmad Dhani Serap Aspirasi Publik di Unitomo soal RUU Perampasan Aset

Teks Foto : Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Gerindra Ahmad Dhani Prasetyo saat menghadiri dialog kebangsaan dan menyerap aspirasi publik terkait RUU Perampasan Aset di Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya. (ist)

SURABAYA – Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset menjadi salah satu isu yang dibawa Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Gerindra, Ahmad Dhani Prasetyo, dalam dialog kebangsaan di Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya, Jumat (2/10/2026).

Dialog bertajuk “Serap Aspirasi Publik: Kecermatan Rakyat untuk RUU Perampasan Aset dalam Pemberantasan Korupsi Menuju Indonesia Bersih” tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pandangan, masukan, hingga kekhawatiran terhadap regulasi yang tengah menjadi perhatian dalam agenda legislasi nasional.

Rektor Unitomo, Prof. Siti Marwiyah, mengatakan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membuka ruang dialog mengenai berbagai persoalan bangsa. Menurutnya, kampus tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan akademik, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk bertukar gagasan.

“Perguruan tinggi harus mampu memberikan kontribusi pemikiran terhadap persoalan bangsa, termasuk dalam upaya memperkuat pemberantasan korupsi,” ujar Guru Besar Hukum Tata Negara tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Dhani mengatakan penyusunan kebijakan perlu memperhatikan aspirasi masyarakat agar pembahasannya tidak hanya berlangsung di lingkungan parlemen.

“Saya datang ke Unitomo untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat. Undang-Undang Perampasan Aset merupakan isu penting, sehingga publik perlu mendapatkan ruang untuk menyampaikan pandangan, masukan, maupun kekhawatirannya,” ungkapnya.

Dialog tersebut juga membahas arah pemberantasan korupsi serta kebutuhan menghadirkan regulasi yang mampu memberikan kepastian hukum. Berbagai pandangan yang muncul dalam forum diharapkan dapat menjadi masukan dalam proses pembahasan RUU Perampasan Aset di tingkat nasional.

Sebagai Kampus Kebangsaan dan Kerakyatan, Unitomo menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang partisipasi publik dalam membahas persoalan-persoalan strategis yang berkaitan dengan kepentingan bangsa.