INDONESIAKINI.ID – Rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghentikan bantuan militer untuk Israel pada akhir tahun ini mengejutkan pejabat pertahanan negara itu. Laporan badan penyiaran Israel, Kan, pada Selasa menyebut para pejabat belum mengetahui secara rinci dampak maupun cakupan kebijakan tersebut.
Seorang pejabat pertahanan Israel mengatakan, komunikasi dengan pihak AS selama ini berlangsung rutin sehingga pernyataan Trump tidak diperkirakan. “Kami sama sekali tak menyangka akan pernyataan tersebut. Kami terus menjalin dialog rutin dengan pihak AS, dan bisa dikatakan kami terkejut,” ujarnya.
Pejabat itu menambahkan, pemerintah Israel masih mempelajari konsekuensi rencana tersebut. Menurutnya, informasi mengenai keputusan itu belum disampaikan kepada organisasi terkait. Hingga laporan tersebut disampaikan, belum jelas pos anggaran mana yang akan dihentikan Trump pada akhir tahun ini.
Trump sebelumnya menyatakan Washington berencana mengurangi bantuan militer tahunan kepada Israel menjadi 4 miliar dolar AS pada akhir 2026. Ia menyebut rencana itu sejalan dengan permintaan pemimpin Israel, Benjamin Netanyahu. Pada Juli, Netanyahu telah menyampaikan kepada Trump keinginan Israel untuk sepenuhnya mengakhiri ketergantungan militernya kepada AS.
Perubahan bantuan itu berpotensi menyentuh komitmen yang telah berjalan berdasarkan nota kesepahaman (MoU) 2019-2028. Kesepakatan yang ditandatangani pada 2016, saat Barack Obama menjabat presiden AS, mencakup 3,3 miliar dolar AS per tahun untuk bantuan keamanan Israel serta tambahan 500 juta dolar AS bagi kerja sama pertahanan rudal.
Bantuan militer untuk Israel menjadi perdebatan di Kongres dan di kalangan masyarakat AS, terutama di tengah serangan Israel di Jalur Gaza. Laporan Kan menyebut penghentian bantuan itu diperkirakan mendapat dukungan luas dari Partai Demokrat. Rencana Trump disampaikan bertepatan dengan pemilihan sela di AS.
Penulis: Emel Yanie





