INDONESIAKINI.ID – Eduardo Camavinga menyebut masa sulit yang ia lalui dalam beberapa bulan terakhir sebagai dorongan untuk membenahi diri. Gelandang Real Madrid itu mengaku mengubah disiplin dan pola kerjanya selama musim panas, sementara kepercayaan dari Jose Mourinho membantunya kembali menemukan performa serta tempat di tim. Ia menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers menjelang pertandingan melawan AEK Athena pada matchday keempat fase liga Liga Champions.
Periode itu, kata Camavinga, diwarnai pertanyaan mengenai masa depannya di Madrid. Namun, ia memilih mengevaluasi kekurangan dan memetik pelajaran dari pengalaman tersebut. “Itu adalah periode yang sulit dan berat bagi saya, tetapi saya percaya bahwa bahkan setelah pengalaman negatif, kita selalu bisa menarik pelajaran positif,” ujarnya.
Upaya perbaikan yang ia lakukan mencakup kebiasaan belajar kembali dan menambah waktu latihan fisik. Camavinga mengatakan dirinya datang ke pusat latihan dua hingga tiga jam lebih awal untuk berlatih di gym—kebiasaan yang sebelumnya jarang ia lakukan. Ia juga merasa lebih matang dan disiplin setelah menelaah hal-hal yang perlu ditingkatkan, lalu membicarakannya dengan Mourinho.
Gelandang Prancis itu menggambarkan Mourinho sebagai pelatih yang memberi dukungan besar dan membentuk mentalitas pemain. “Kami belajar banyak darinya setiap hari, terutama terkait mentalitas yang harus kami miliki di atas lapangan,” kata Camavinga. Ia turut menyinggung kenangan tersingkir dari Bayern Munich di perempat final Liga Champions musim lalu, ketika kartu kuning kedua yang diterimanya pada menit ke-86 membuat Madrid bermain dengan sepuluh orang.
Madrid kalah 3-4 pada leg kedua dan tersingkir dengan agregat 4-6. Bayern kemudian mencetak dua gol pada menit-menit akhir melalui Luis Diaz dan Michael Olise untuk memastikan tiket ke semifinal. Camavinga mengatakan ia sudah memiliki waktu untuk memikirkan malam tersebut sejak musim panas, tetapi tak melihat penampilan berikutnya sebagai ajang membalas dendam. Ia berharap publik melupakan kesalahannya di Munich dan menilai dirinya dari konsistensi pada laga-laga mendatang.
Dalam El Clasico pada 25 Oktober, Camavinga berperan dalam gol kemenangan Madrid atas Barcelona. Ia menerima umpan Arda Guler sebelum meneruskan bola kepada Kylian Mbappe, yang mencetak gol pada menit ke-88 untuk mengunci skor 2-1 di Camp Nou. Menjelang laga kontra AEK, Camavinga meminta tim tetap serius: Madrid memang dekat dengan tiket play-off, tetapi belum mencapai babak 16 besar. Ia juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya penyerang Tenerife, Jesus de Miguel. Madrid datang dengan enam kemenangan beruntun di berbagai kompetisi, termasuk hasil 3-0 atas Racing Santander, dan berupaya menjaga laju tersebut di Eropa.
Penulis: Emel Yanie





