INDONESIAKINI.ID – Di tengah pemakaman Dini Hardiyanti, 30, dan anaknya, AGF, 4, di Megamendung, Kabupaten Bogor, Kamis (5/11/2026), kuasa hukum keluarga menyampaikan perkembangan penyidikan kasus pembunuhan mereka. Ikbal Sermaf mengatakan, informasi dari penyidik berdasarkan pemeriksaan ponsel Dwi Bagus Martono menunjukkan dugaan bahwa pelaku merencanakan pembunuhan selama satu minggu.
“Pelaku sudah mendesain peristiwa pembunuhan ini secara terencana dalam kurun waktu satu minggu,” ujar Ikbal, mengutip informasi yang diterima tim kuasa hukum dari penyidik. Ia menyatakan pihak keluarga masih mengumpulkan fakta dan bukti untuk memperoleh kepastian hukum, sementara proses hukum terhadap pelaku tetap berjalan.
Dini dan AGF dimakamkan berdampingan dalam satu liang di pemakaman khusus warga di Kecamatan Megamendung. Prosesi berlangsung sekitar pukul 08.41 WIB, setelah keluarga dan kerabat mengantar jenazah dari rumah duka. Keduanya merupakan korban pembunuhan di Madiun, Jawa Timur, yang diduga dilakukan Dwi Bagus, suami siri Dini.
Suasana pemakaman diwarnai tangis keluarga. Ibu Dini sempat jatuh lemas ketika menyaksikan anak dan cucunya diturunkan ke liang lahat. Kerabat yang hadir memegang foto kedua korban, sementara lantunan talqin mengiringi pemakaman.
Setelah liang ditutup, keluarga menaburkan kelopak mawar merah muda di atas makam. Mereka juga menanam tanaman hias dan menyiramkan air. Ikbal menjelaskan, pemakaman dilakukan agar kedua korban mendapat pemakaman yang layak.
Jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 03.23 WIB pada hari yang sama, dibawa dengan ambulans dari Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya. Ikbal menyampaikan terima kasih kepada Polda Jawa Timur atas bantuan pengangkutan dari Surabaya ke Bogor. “Kami difasilitasi dari Surabaya menuju ke Bogor,” katanya.
Kepala Desa Sukakarya, Hasan Sukandi, mengatakan pemerintah desa dan warga turut berduka atas peristiwa tersebut. Keluarga memilih pemakaman umum setempat karena ayah Dini juga dimakamkan di sana. Sebelumnya, Hasan menyebut jenazah telah tiba di kampung pada dini hari dan rencananya dimakamkan pada pagi hari.
Penulis: Emel Yanie





