News  

Berhadiah US$120.000, Alternativa Film Festival 2027 Buka Pendaftaran hingga Maret

Teks Foto : Alternativa Film Festival memasuki edisi keempat dengan total hadiah US$120.000 melalui tujuh kategori penghargaan. (ist)

JAKARTA – Alternativa Film Festival (AFF) 2027 kembali membuka kesempatan bagi sineas dari Afrika, Asia, dan Amerika Latin untuk memperkenalkan karya film yang mengangkat isu sosial serta membawa dampak positif bagi masyarakat. Pendaftaran dibuka secara gratis mulai 29 Oktober 2026 hingga 1 Maret 2027.

Memasuki penyelenggaraan edisi keempat, festival film yang merupakan bagian dari Alternativa, inisiatif perfilman nirlaba yang didirikan Arsen Tomsky dan didukung inDrive, akan digelar di benua Afrika untuk pertama kalinya pada akhir 2027.

Head of Alternativa, Liza Surganova, mengatakan setiap penyelenggaraan festival menjadi momentum untuk memperluas jangkauan, memperkuat komunitas, sekaligus membuka peluang baru bagi para sineas.

Menurutnya, Alternativa Film Festival terus berkembang dari sisi jangkauan dan skala penyelenggaraan, termasuk melalui koneksi serta kesempatan yang tercipta bagi para pelaku perfilman. Pada edisi mendatang,

pihaknya ingin melanjutkan pencapaian sebelumnya sekaligus menghadirkan festival yang lebih besar dan ambisius dengan berbagai inisiatif baru.

Mengusung konsep festival nomaden, Alternativa Film Festival berpindah ke kawasan berbeda dalam setiap penyelenggaraannya. Festival ini pertama kali digelar di Almaty, Kazakhstan, pada 2023, kemudian berlanjut ke Yogyakarta, Indonesia, pada 2024, dan Medellín, Kolombia, pada 2026.

Penyelenggaraan di Afrika menjadi langkah baru untuk memperluas jangkauan sekaligus memperkuat hubungan antarkomunitas perfilman di negara-negara Global South.

Melalui platform ini, Alternativa berupaya memberikan kesempatan lebih luas kepada sineas untuk memperkenalkan karya kepada publik internasional, membangun jaringan dengan pelaku industri, hingga menjajaki kolaborasi lintas negara.

Pada edisi 2027, festival ini menyiapkan total hadiah sebesar US$120.000 yang akan diberikan melalui tujuh kategori penghargaan. Kesempatan pendaftaran mencakup film panjang berdurasi minimal 40 menit dari sineas Afrika, Asia, dan Amerika Latin.

Sementara itu, kategori film pendek dengan durasi maksimal 40 menit secara khusus dibuka bagi sineas asal Afrika.
Berbagai jenis film dapat didaftarkan, mulai dari fiksi, dokumenter, animasi, hingga hybrid dari seluruh genre. Namun, karya yang diikutsertakan harus telah selesai diproduksi setelah 1 Januari 2026.

Tak hanya berkesempatan memperoleh penghargaan, film-film terpilih juga berpeluang mendapatkan eksposur internasional dan terhubung dengan jaringan perfilman global melalui program serta kegiatan yang diselenggarakan Alternativa.

Liza menilai Afrika memiliki kekayaan budaya, perspektif, dan karakter sinema yang dapat memperkaya perkembangan perfilman dunia. Ia berharap penyelenggaraan mendatang dapat memperluas pemahaman mengenai peran film dalam mendorong perubahan sekaligus membuka lebih banyak ruang kolaborasi.

“Kami mengundang para sineas dari Afrika, Asia, dan Amerika Latin untuk menjadi bagian dari perjalanan ini dan berbagi cerita melalui karya-karya mereka,” ujarnya.

Pada penyelenggaraan sebelumnya di Medellín, Kolombia, tahun 2026, Alternativa Film Festival menerima 1.831 pendaftaran film dari 55 negara di kawasan Asia dan Amerika Latin. Sebanyak 1.499 film di antaranya berasal dari Amerika Latin, terutama Brasil, Meksiko, dan Argentina.

Dari kawasan Asia, jumlah pendaftaran terbanyak berasal dari India, Iran, dan Tiongkok. Sementara itu, Indonesia, Malaysia, dan Filipina menjadi negara dengan kontribusi dominan dari Asia Tenggara, disusul Kazakhstan dari kawasan Asia Tengah.

Dukungan Alternativa terhadap industri perfilman juga diperluas melalui Alternativa Distribution, label distribusi film nirlaba yang diluncurkan pada pertengahan 2026. Inisiatif tersebut bertujuan membuka akses lebih luas bagi karya sineas dari negara-negara Global South agar dapat menjangkau penonton internasional.

Saat ini, Alternativa Distribution telah memiliki enam film dalam katalog distribusinya yang berasal dari penyelenggaraan festival sebelumnya.

Film-film terpilih pada edisi 2027 nantinya juga berpeluang masuk dalam katalog tersebut sehingga karya para sineas tetap dapat dikenal dan dinikmati audiens global meskipun festival telah berakhir.

Founder and CEO inDrive, Arsen Tomsky, mengatakan kualitas film dapat lahir dari berbagai belahan dunia. Namun, kesempatan untuk menjangkau penonton internasional masih belum merata.

Melalui Alternativa Distribution, pihaknya ingin membantu membuka akses distribusi sekaligus memperkenalkan kualitas dan kekuatan karya perfilman dari negara-negara Global South kepada audiens yang lebih luas.

“Kami berharap film-film ini tidak hanya mendapatkan pengakuan di tingkat internasional, tetapi juga mampu membawa perspektif baru dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” kata Arsen.

Alternativa Film Festival 2027 juga akan menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari pemutaran film yang terbuka untuk masyarakat, sesi diskusi, hingga forum dialog mengenai berbagai persoalan sosial.

Festival ini turut kembali menggelar Industry Days, sebuah program profesional gratis yang mempertemukan sineas, produser, pakar industri, dan pegiat dampak sosial. Program tersebut menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus membuka peluang kerja sama di antara para pelaku industri perfilman.

Sebagai gambaran, penyelenggaraan di Medellín pada 2026 berhasil menarik sekitar 11.000 pengunjung, menghadirkan 107 tamu internasional, serta melibatkan lebih dari 60 mitra.

Seluruh rangkaian festival nantinya akan ditutup dengan malam penghargaan bagi film-film terpilih dalam kategori Competition. Para sutradara yang karyanya berhasil masuk kategori tersebut juga akan diundang menghadiri festival, dengan biaya perjalanan dan akomodasi ditanggung oleh penyelenggara.

Informasi lebih lanjut mengenai persyaratan dan proses pendaftaran Alternativa Film Festival 2027 dapat diakses melalui situs resmi https://alternativa.film/festival/open-call-2027.