Daerah  

Kapolres Sukabumi Pasang Badan Setelah di Fitnah Oleh Akun Anonim TikTok

"Saya Siap di Audit dan Buka Bukaan"

Oplus_131072

SUKABUMI — Baru tiga bulan mengemban amanah sebagai Kapolres Sukabumi, AKBP Benny Cahyadi langsung dihantam gelombang disinformasi di media sosial. Berbagai konten bermuatan opini negatif yang diunggah oleh akun-akun anonim di platform TikTok menyasar kegiatan dinas hingga aktivitas personal keluarga kepolisian.

 

Menanggapi tuduhan tersebut dengan tegas dan tanpa ragu, AKBP Benny Cahyadi menyatakan kesiapannya untuk menjalani pemeriksaan maupun audit transparan secara terbuka terkait pelaksanaan tugas dan penggunaan anggaran di lingkungan Polres Sukabumi.

 

“Sebagai bentuk integritas dan pertanggungjawaban saya, saya siap diperiksa secara transparan dan terbuka. Saya siap bertanggung jawab apabila ada penyalahgunaan kewenangan di internal maupun eksternal,” tegas Benny pada Senin (2/11/2026).

 

 

🔍 Klarifikasi Dua Point Utama Tuduhan

 

Dalam keterangannya kepada awak media, Benny membeberkan bukti dokumentasi utuh guna meluruskan dua narasi menyesatkan yang sengaja dipotong tanpa konteks:

 

• Tudingan “Ajudan Pribadi” Ketua Bhayangkari: Foto yang memperlihatkan Ketua Bhayangkari Cabang Sukabumi bersama Polwan dibantah keras. Dokumentasi murni tersebut merupakan kegiatan sosial menjenguk personel Polwan Polres Sukabumi yang sedang sakit. Anggota Polwan Satnarkoba yang berada dalam foto ikut serta untuk memberikan tali asih kekeluargaan, bukan sebagai ajudan pribadi pembawa tas.

• Tudingan Penyelewengan Dana Bansos: Isu bahwa bantuan sembako untuk nelayan dan kaum dhuafa berasal dari pemotongan anggaran operasional dinas atau tindakan korupsi dipastikan 100% TIDAK BENAR. Benny menegaskan seluruh aksi sosial tersebut bersumber dari dana swadaya pribadi dan tabungan keluarga yang disisihkan sebagai sedekah.

 

🚨 Terendus Modus Operandi Pemerasan?

 

Kasus serangan terhadap Kapolres Sukabumi ini menarik perhatian publik karena diduga memiliki pola serupa dengan modus yang sebelumnya dilaporkan oleh Paguyuban Kepala Desa dan Perangkat Desa Pajampangan (PKPP) serta perwakilan penambang lokal.

 

Dalam laporan terdahulu, terungkap dugaan modus pembunuhan karakter lewat pemuatan konten tuduhan palsu di media sosial, yang kemudian disusul dengan permintaan sejumlah uang dan pembagian nomor rekening tertentu agar video disebarkan tersebut dihapus. Kendati demikian, aparat penegak hukum masih terus mendalami dan menyelidiki apakah terdapat keterkaitan langsung antara akun penyerang Kapolres dengan komplotan pemerasan tersebut.

 

🛡️ Tempuh Jalur Hukum demi Marwah Polisi

 

Tidak tinggal diam, pihak Polres Sukabumi telah melaporkan masalah ini ke pimpinan Polri dan berencana mengambil langkah hukum tegas terhadap penyebar berita bohong (hoax). Langkah ini diambil demi menjaga integritas institusi serta menyukseskan program Kapolri, Polisi Bersama Masyarakat.

 

Benny mengimbau masyarakat untuk lebih bijak, teliti, dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi berpotensi disinformasi yang beredar tanpa konfirmasi fakta yang utuh. (Budi)