BANYUWANGI – Menindak lanjuti masih banyaknya pelintasan kereta api tanpa palang pintu menjadi perhatian dr Agung Mulyono sebagai Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur.
Untuk hal itu dirinya kembali melakukan sidak di kantor Dinas Perhubungan Banyuwangi yang juga dihadiri Joko Pitoyo ST MT selaku Kabid Perkeretaapian dan Jaringan Transportasi Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Kepala dinas Perhubungan Banyuwangi Pujo Hartanto, dan Kepala Bidang Angkutan Dishub Banyuwangi, Tanto Sujono.
Dalam pertemuan tersebut sebagai tindak lanjut dari sidak di perlintasan kereta api JPL 21 Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro yang kerap terjadi kecelakaan kereta api dan sering menimbulkan korban jiwa.
Hal itulah yang membuat Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur tersebut terus mengupayakan adanya palang pintu perlintasan.
Menurut hasil sidak sesuai data Dinas Perhubungan setidaknya di Jawa Timur ada 740 perlintasan tanpa palang pintu dan untuk Kabupaten Banyuwangi terdapat 26 pelintasan tanpa palang pintu.
“Dalam hal ini saya dari Ketua Komisi D meminta Dinas Perhubungan untu segera memberikan solusi adanya palang pintu, kalau perlu bupati juga kita ajak turun kelapangan bersama sama,” ujar Agung Mulyono.
Kedatangan dr Agung tersebut juga memberikan solusi untuk masyarakat Banyuwangi agar aman dan nyaman saat melintasi perlintasan kereta api dan meminimalisir fatalitas angka kecelakaan.
Dirinya juga berkoordinasi dengan instansi terkait termasuk dengan pemerintahan Provinsi Jawa Timur untuk mengupayakan adanya palang pintu kereta api untuk perlintasan kereta api guna keselamatan masyarakat saat melintas.
“Kita berkomunikasi terus dengan berbagai pihak agar adanya palang pintu kereta api, guna keselamatan kita bersama,” ucapnya.
Kehadiran politisi partai demokrat ini juga cukup dirasakan masyarakat serta memberikan solusi yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Terlebih bagi mereka yang dekat dengan perlintasan kereta api.
(Noviansyah)





