Daerah  

dr Sitti Kubangsinawati, Lulusan Unusa yang Siap Mengabdi di Daerah 3T Kepulauan Kei

SURABAYA – Momen pengambilan sumpah dokter Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) pada Kamis (5/6) menjadi penuh makna bagi para lulusan baru.

Namun, salah satu peserta mencuri perhatian karena kisah perjuangannya yang inspiratif. Ia adalah dr Sitti Kubangsinawati, dokter muda asal Kepulauan Kei, Maluku Tenggara, yang berasal dari wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Sitti merupakan penerima beasiswa ikatan dinas dari Pemerintah Provinsi Maluku, yang mewajibkannya kembali dan mengabdi di daerah asal setelah lulus. Bagi Sitti, kewajiban itu bukan beban, melainkan amanah yang sejalan dengan cita-citanya sejak kecil.

“Kepulauan Kei adalah rumah saya, dan saya ingin memberikan pelayanan kesehatan yang layak bagi masyarakat di sana. Ini adalah jalan terbaik yang Tuhan beri untuk menunaikan cita-cita saya,” ungkapnya.

Perjalanan Sitti menuju profesi dokter tidaklah mudah. Ia tumbuh dalam keluarga pendidik—ayahnya seorang dosen dan ibunya seorang guru—namun sejak kecil ia memilih jalan berbeda. Ia menyaksikan langsung bagaimana sulitnya akses layanan kesehatan di kampung halamannya.

“Di sana, transportasi masih mengandalkan laut. Kalau ada pasien darurat, proses rujukannya butuh waktu lama. Padahal kondisinya sudah gawat, tapi tak ada pilihan lain selain menunggu kapal,” kisahnya.

Keterbatasan itulah yang menjadi pendorong utama bagi Sitti untuk menjadi dokter. Harapannya, kehadiran dirinya bisa membawa perubahan nyata, tidak hanya dalam pelayanan kesehatan, tapi juga dalam membangkitkan semangat generasi muda untuk bermimpi lebih besar.

“Semoga ke depan semakin banyak anak-anak dari daerah 3T yang berani bermimpi menjadi dokter, guru, atau profesi lainnya untuk membangun daerah sendiri. Saya ingin menjadi bukti bahwa anak daerah juga bisa,” tuturnya penuh semangat.

Kini, dengan gelar dokter resmi di pundaknya, Sitti siap kembali ke tanah kelahiran. Ia ingin mengabdi sepenuh hati, menjadi agen perubahan bagi masyarakat di Kepulauan Kei, dan menjawab langsung kebutuhan akan tenaga medis yang selama ini masih minim.