Kebutuhan Pupuk Subsidi yang Tidak Terpenuhi di Kabupaten Pidie
Petani di Kecamatan Mutiara dan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie menghadapi kesulitan dalam memperoleh pupuk bersubsidi. Hal ini terjadi karena ketersediaan pupuk NPK (Phonska) dan urea yang tidak cukup untuk kebutuhan para petani. Pupuk tersebut sangat penting bagi tanaman padi yang berusia antara 22 hingga 30 hari.
Banyak kecamatan di wilayah ini membutuhkan pupuk karena tanaman padi memerlukan nutrisi tambahan agar tumbuh optimal. Namun, ada beberapa kecamatan seperti Glumpang Baro, Glumpang Tiga, dan Keumala yang tidak mengalami kelangkaan pupuk, karena petani di sana telah lebih dahulu menggunakan pupuk.
Kendala Penyaluran Pupuk
Kadistanpang Pidie, Hasballah SP, menjelaskan bahwa penyaluran pupuk bersubsidi mengalami kendala akibat dampak banjir yang menyebabkan jembatan Kuta Blang di Kabupaten Bireuen putus. Hal ini menyebabkan terganggunya jalur distribusi pupuk dari distributor ke kios pengecer.
Menurut Ibrahim, seorang petani di Kecamatan Mutiara, stok pupuk di kios pengecer sangat terbatas. Ia mengatakan bahwa penyaluran pupuk hanya mencapai sekitar 18 persen dari target yang seharusnya diterima kios pengecer. Sejatinya, kios pengecer menerima 25 ton pupuk, tetapi hanya mendapatkan 80 sak.
Hasballah juga menyampaikan bahwa Dinas Pertanian dan Pangan Pidie telah melaporkan kondisi ini kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat ia berkunjung ke Aceh. Selain itu, Distanpang juga telah menyurati PT Pupuk Indonesia pada awal Januari 2026 agar segera menambah kuota pupuk bersubsidi untuk petani di Pidie.
Pendistribusian Pupuk Melalui Jalur Laut
Direktur CV Alia Agro Persada, Jamaluddin, menjelaskan bahwa sebenarnya stok pupuk di Pidie tidak langka. Namun, Aceh dilanda musibah banjir dan longsor pada 26 November 2025, yang menyebabkan jembatan utama sebagai penghubung putus. Akibatnya, jalur pendistribusian pupuk melalui jalur darat terkendala.
Untuk mengatasi hal ini, Pupuk Indonesia melakukan pendistribusian pupuk bersubsidi melalui jalur laut. Kapal yang membawa 900 ton urea dan 800 ton NPK mendarat di pelabuhan Malahayati. Pupuk kemudian dibawa ke gudang lini III Pidie untuk selanjutnya didistribusikan ke PPTS.
Pendistribusian melalui jalur darat mulai normal pada pekan pertama Januari 2026, meskipun di jembatan Kutablang Bireuen masih terjadi antrean. Sampai 14 Januari 2026, stok pupuk subsidi di gudang lini III Kabupaten Pidie mencapai 180 ton urea. Saat ini, 180 ton urea sedang dalam perjalanan dibawa truk. Begitu juga dengan 120 ton NPK dan 150 ton urea yang masih diangkut truk dalam perjalanan.
Distribusi Pupuk di Wilayah Kerja Kecamatan Peukan Baro
Selain itu, PUD CV Tuah Tamita telah melakukan penebusan pupuk di wilayah kerja Kecamatan Peukan Baro. Mereka menebus 65 ton pupuk urea dan 57,5 ton NPK. Hal ini menunjukkan upaya yang dilakukan oleh pihak terkait untuk memastikan kebutuhan pupuk petani tetap terpenuhi.






