Daerah  

Diduga Kurang Pengawasan dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Proyek Peningkatan Jalan Raja Husin, Mega Legenda Batam

Papan plang proyek yang dibiarkan jatuh. (Foto: Winarto/IndonesiaKini.id)

BATAM (INDONESIAKINI.id) – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) Kota Batam diduga kurang pengawasan terhadap proyek peningkatan kapasitas Jalan Dutamas-Legenda Malaka, tepatnya di Jalan Raja Husin.

Pantauan INDONESIAKINI.id, Senin (18/9/2023), ditemukan plang proyek yang sudah tidak terpasang atau jatuh ke tanah. Padahal pengerjaan proyek itu belum selesai.

Namun Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Batam maupun CV Sultan Ratuhapis sebagai pemenang proyek terkesan kurang pengawasan atas pekerjaan jalan itu, sehingga papan plang seperti tidak ada gunanya.

Padahal sesuai amanah Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, dimana mengatur setiap bangunan fisik yang dibiayai oleh negara wajib memasang papan nama proyek dari awal mula pekerjaan hingga selesai.

Papan nama penting sebagai sarana masyarakat mengetahui jenis kegiatan proyek, besarnya anggaran, asal-usul anggaran, nama kontraktor, waktu pelaksanaan kegiatan, dan perawatan.

Aktivitas pekerja sedang mengerjakan pembatas jalan. (Foto: Winarto/IndonesiaKini.id)

Papan nama proyek sebagai bentuk transparansi sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan pengawasan.

Sesuai dengan papan plang proyek dengan nomor kontrak 97/000.3.3/SPJ/PJML/BM/V/2023, nilai kontrak Rp 5.515.776.300.00, dan masa pelaksanaan 195 hari kalender, sedangkan Konsultannya CV Vitech Pratama Consultant.

Sementara itu, salah seorang pekerja proyek yang tengah mengerjakan pembatas jalan, ketika ditanya apakah mereka dari CV Sultan Ratuhapis, dia mengatakan bukan dari CV Sultan Ratuhapis, melainkan dari developer PKP.

“Kami bukan dari CV Sultan Ratuhapis, tapi dari PKP. Saya baru tiga hari kerja di sini, dan inipun materialnya sudah tidak ada,” ucap pekerja yang enggan menyebutkan namanya.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Developer PKP. ( Winarto)