Daerah  

Final Soeratin U 17 Nasional, Tiga Pemain Babel Unjuk Kualitas Terbaik

BANGKA – Piala Soeratin U 17 tahun 2024 sudah hampir memasuki tahap akhir. Partai final akan mempertemukan dua team terbaik yaitu Duta FC (Banten) berhadapan dengan Persikopa Kota Pariaman (Sumbar).

Di babak semifinal, Duta FC berhasil mengkandaskan perlawanan Hati Beriman FC (Jateng) yang bermaterikan pemain Diklat Salatiga dengan skor 2-0, sedangkan Persikopa Kota Pariaman berhasil menundukkan Persedikab Kediri (Jatim) dengan skor 1-0.

Partai final Piala Soeratin U17 akan berlangsung di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, pada hari Jum’at sore (20/12/2024).

Keberhasilan Duta FC (Banten) ke babak final seharusnya ikut disyukuri oleh pecinta sepak bola di Provinsi Bangka Belitung. Pasalnya di team ini terdapat 3 anak muda berasal dari Provinsi Babel yang merupakan binaan PS. Bangka All Start Development.

Riyandi (Desa Baturusa, Bangka), Rossy Fabian Erlangga (Desa Kimak, Bangka) dan Nabil Murtaza (Desa Bedengung, Bangka Selatan). Ketiga pemain dari Babel ini menjadi tulang punggung team Duta FC (Banten).

Slamet Supriadi, SH, Direktur Teknik PS. Bangka All Star Development mengatakan bahwa ketiga pemain ini di kirim ke Erlangga Academy untuk menimba ilmu sepak bola yang lebih baik. Anak – anak Erlangga Academy membawa nama Duta FC dan akhirnya mereka masuk ke final Soeratin U 17 tahun ini.

“Bulan Mei kemaren ke 3 pemain ini kami kirim ke Erlangga Academy di Banten. Dengan harapan, dimasa depan pemain binaan kami ini bisa berkiprah di kancah nasional maupun internasional. Alhamdulillah mereka bisa berkembang baik, dan jalan mereka menuju pemain sepak bola profesional semakin terbuka,” katanya.

Masih menurut Slamet Supriadi, bahwa manajemen PS. Bangka All Star Development berkomitmen untuk terus memajukan sepak bola Babel.

Selain itu juga, manajemen akan terus memberikan kesempatan kepada pemainnya untuk berkembang dan berprestasi yang lebih baik di luar daerah.

“Manajemen PS. Bangka All Star Development akan terus mengirimkan pemain – pemain terbaik dan berbakat ke klub lain di luar pulau Bangka. Harapan kami mereka bisa menjadi pemain sepak bola profesional kedepannya. Apa yang kami lakukan sekarang hanya tahap awal dari rencana besar kami untuk sepak bola Babel,” jelas Slamet Supriadi.

Sementara itu, Rio Febriyanto, SE, yang melatih langsung ketiga orang pemain tersebut dari usia 13 tahun mengatakan bahwa mereka memang layak diberikan kesempatan bermain diluar Bangka, dengan harapan menjadi pemain level nasional atau lebih dari itu kedepannya.

“Mereka dari usia 13 tahun dibina. Sepak bola adalah sebuah proses. Tidak bisa menghasilkan pemain berkualitas dalam waktu singkat. Mereka sangat layak bersaing di level sepak bola Indonesia. Harapan saya mereka terus berkembang agar menjadi pemain profesional,” tutur Rio.