BANGKA – Demam berdarah adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue. Seseorang bisa terjangkit demam berdarah jika digigit nyamuk Aedes Aegypti atau Aedes Albopictus yang telah terinfeksi Dengue terlebih dahulu.
Penyakit ini menimbulkan gejala demam tinggi, sakit kepala, serta nyeri tulang dan otot. Jika tidak ditangani dengan benar, demam berdarah mengalami resiko mengancam nyawa.
Dari data yabg diterima indonesiakini.id, di Kabupaten Bangka tercatat ada 140 an kasus demam berdarah ditahun 2023. Meningkat sangat siginifikan menjadi 424 kasus di tahun 2024 dengan korban jiwa meninggal dunia sebanyak 6 orang
Dari data tersebut, Ditahun 2024 tercatat Kecamatan Sungailiat terbanyak dengan 124 kasus dan korban meninggal dunia 3 orang. Kecamatan Batu Rusa ada 101 kasus dan tidak ada korban jiwa. Kecamatan Belinyu 37 kasus tidak ada korban jiwa. Kecamatan Riau Silip 36 kasus ada 2 meninggal dunia. Kecamatan Pemali 34 kasus dengan 1 korban jiwa. Kecamatan Bakam 20 kasus tidak ada yang meninggal. Kecamatan Mendo Barat ada 13 kasus tidak ada yang meninggal dan Kecamatan Puding 6 kasus tidak ada korban meninggal.
Boy Yandra, SKM, MPH, selaku Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Provinsi Bangka Belitung ikut menyoroti tingginya angka kasus demam berdarah di Kabupaten Bangka.
Menurut Boy Yandra, meningkatnya kasus demam berdarah harus kita antisipasi dan waspadai terutama terhadap lingkungan disekitar kita. Tempat – tempat penampungan air seperti bak mandi, drum, ember, dll harus dibersihkan minimal seminggu sekali.
“Nyamuk Aedes Aegepty hidup ditempat yang bersih dan lembab. Kita harus melakukan upaya 5 M yaitu menguras tempat – tempat air, menimbun barang barang bekas yang potensial digunakan nyamuk berkembang biak, menutup tempat yang dapat menampung air, menggunakan kelambu dan yang terakhir menggunakan revelen. Jangan lupa nyamuk Aedes Aegypti mengigit antara Jam 6 pagi sampai jam 8 pagi, sedangkan disore hari Jam 3 sampai jam 5 sore,” urai Boy Yandra.
HAKLI Bangka dalam hal ini sudah giat melakukan sosialisasi dan kerjasama dengan Dinas Kesehatan dan sekolah – sekolah untuk membentuk tenaga jumantik disetiap sekolah. Setiap hari senen, tenaga jumantik akan melaporkan kepada guru kelasnya ada atau tidaknya jentik nyamuk yang ada dirumah mereka.
Bila ditemukan adanya laporan jentik nyamuk, pihak sekolah akan segera melaporkan kepada pihak terkait seperti Puskesmas dll di wilayah tempat mereka tinggal.
Boy Yandra berharap kasus demam berdarah di Kabupaten Bangka di tahun 2025 ini yang sampai minggu kedua Januari sudah ada 15 kasus bisa ditekan. Kegiatan- kegiatan seperti sosialisasi, pembentukan tenaga jumantik setiap sekolah tingkat SD, SMP maupun SMA terus galak dilakukan untuk menekan kasus demam berdarah.
“Sekarang masuk musim penghujan, Ayo kita jaga lingkungan masing – masing dengan baik, membersihkan selokan dari genangan air agar terhindar dari demam berdarah. Bila anak kita demam segera dibawa ke pelayanan kesehatan atau ke dokter agar bisa ditindaklanjuti dengan cepat untuk menghindari kematian karena demam berdarah,” Kata Boy Yandra mengajak dan mengingatkan warga Bangka.





