Daerah  

Keresahan Warga Masyarakat terhadap Aparat Pemerintah Desa Tanjung Darat

SIKKA – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nusa Nipa melakukan advokasi dan identifikasi di Desa Tanjung Darat, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, pada Sabtu, 14 Juni 2025.

Kegiatan ini merupakan salah satu program BEM Universitas Nusa Nipa dalam rangka pengabdian kepada masyarakat yang berada di Desa Tanjung Darat, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka.

Hasil advokasi dan identifikasi menunjukkan bahwa terdapat beberapa titik permasalahan yang dialami oleh warga masyarakat setempat. Hal ini disampaikan langsung oleh warga.

Salah satu warga Desa Tanjung Darat, Abraham Adam, mengatakan bahwa aparat Pemerintah Desa Tanjung Darat hanya masuk kantor pada hari Senin dan Kamis. Hal ini cukup membuat warga merasa kecewa terhadap pelayanan pemerintah desa.

“Seharusnya mereka memahami tupoksi (tugas pokok dan fungsi) mereka sebagai aparat pemerintah desa. Namun selama ini, kami melihat dan menilai bahwa aparat tidak bekerja secara serius. Kami mohon perhatian dari pemerintah atasan,” ujar Abraham.

Lebih lanjut, Ketua Pengurus Air Minum di Desa Tanjung Darat, Hutte, juga menyampaikan permasalahan terkait air minum dari PDAM. Ia mengungkapkan bahwa pada saat pemasangan meteran induk, pihak PDAM tidak memberikan penjelasan yang memadai, sehingga warga bingung.

Puluhan rumah warga dipasang satu meteran untuk satu rumah. Bahkan, sempat terjadi pemutusan aliran air ketika terjadi keterlambatan pembayaran. Warga diminta membayar sebesar Rp295.000 per bulan per meteran, yang dinilai memberatkan.

Saat dikonfirmasi oleh reporter Indonesiakini.id pada Sabtu, 14 Juni 2025, salah satu anggota BEM, Alfianus Pilatus, menjelaskan hasil temuan mereka selama proses advokasi dan identifikasi di Desa Tanjung Darat, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka. (Nikolaus Sanggu)