PLN dan Mitra Strategis Sepakat Permudah Akses Listrik Hunian Baru

SURABAYA – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan elektrifikasi sektor perumahan. Bersama mitra perbankan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN), serta DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur dan asosiasi pengembang perumahan, PLN resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama tripartit untuk penyambungan listrik proyek-proyek perumahan di wilayah Jatim.

Penandatanganan MoU ini melibatkan tiga pilar utama: PLN sebagai penyedia layanan listrik, bank sebagai pengelola rekening escrow, serta para developer sebagai pengembang kawasan hunian. Melalui mekanisme rekening jaminan pasang baru (escrow account), dana penyambungan listrik akan dikelola secara aman, transparan, dan dicairkan bertahap sesuai progres pembangunan.

General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, menyatakan bahwa kerja sama lintas sektor ini merupakan bentuk nyata sinergi BUMN dengan pelaku usaha demi menciptakan perumahan yang layak, terjangkau, dan siap huni.

“Skema tripartit ini juga menjadi bagian dari transformasi digital dan layanan proaktif PLN. Kolaborasi antara PLN, perbankan, dan developer diharapkan mampu mempercepat layanan sambungan listrik dan menjamin ketepatan waktu penyediaan listrik di kawasan perumahan baru,” kata Ahmad Mustaqir dalam sambutannya, Jumat (25/07/2025).

Regional CEO BTN Wilayah Jatim-Bali-Nusra, Carly Tambunan, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menilai, sebagai bank spesialis pembiayaan perumahan, BTN siap mendukung efisiensi proses penyambungan listrik melalui skema rekening jaminan. “Dengan escrow account, prosesnya jadi lebih cepat, akuntabel, dan selaras dengan pembangunan rumah,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Regional CEO BRI Surabaya, Reza Syahrizal Setiaputra. Ia menegaskan komitmen BRI dalam mendukung sektor riil melalui layanan finansial yang adaptif. “Bagi kami, kerja sama ini adalah peluang strategis yang tidak hanya menguntungkan secara bisnis, tapi juga berdampak langsung bagi masyarakat,” jelas Reza.

Tak hanya PLN dan perbankan, sejumlah asosiasi pengembang seperti Apersi, Himpera, dan Apernas juga turut hadir dalam penandatanganan kesepakatan. Mereka menyambut positif kerja sama ini sebagai solusi atas berbagai kendala teknis dan pembiayaan yang selama ini menjadi tantangan dalam proses penyambungan listrik.

Dengan adanya skema tripartit ini, pengembangan kawasan hunian akan semakin lancar tanpa hambatan kelistrikan. Developer memperoleh kepastian sambungan listrik, PLN mendapat data dan perencanaan yang lebih terintegrasi, sementara bank mengelola dana dengan skema aman dan produktif.

Kerja sama strategis ini sejalan dengan program pemerintah dalam percepatan pembangunan sejuta rumah dan penyediaan infrastruktur dasar bagi masyarakat. PLN optimistis kolaborasi ini akan mendorong percepatan elektrifikasi sektor residensial sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.