PLN Jatim Jaga Keandalan Listrik Penanaman Jagung Serentak Bersama Santri di Ponpes Tebuireng

JOMBANG – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur sukses memastikan keandalan pasokan listrik pada kegiatan nasional penanaman jagung serentak bersama santri yang digelar di Pondok Pesantren Tebuireng, Desa Jombok, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, (08/08/25) Jum’at.

Untuk mendukung kelancaran acara, PLN menyiagakan 15 personel dilengkapi Unit Gardu Bergerak (UGB) 250 KVA dan peralatan pendukung lainnya guna menjaga suplai listrik tetap andal selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi PLN dalam mendukung program swasembada pangan nasional yang melibatkan berbagai elemen strategis bangsa, termasuk lembaga pendidikan berbasis pesantren.

Acara yang digelar serentak di berbagai pondok pesantren di seluruh Indonesia ini dihadiri langsung Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, yang turut menanam jagung bersama para santri.

Dalam sambutannya, Komjen Dedi menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran penting dalam mewujudkan ketahanan nasional, baik pangan maupun ekonomi.

“Penanaman jagung oleh santri ini adalah bentuk kontribusi nyata pondok pesantren terhadap swasembada pangan nasional. Dengan kolaborasi berbagai pihak, termasuk PLN sebagai penyedia infrastruktur vital, kita wujudkan kemerdekaan yang semakin nyata dan merata,” ujarnya.

Pengasuh Ponpes Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), menambahkan bahwa pesantren siap menjadi pusat pemberdayaan masyarakat, tidak hanya di bidang keagamaan tetapi juga ekonomi dan pertanian.

“Pesantren harus menjadi pilar kemandirian umat. Listrik yang andal sangat membantu kami dalam berbagai aktivitas, termasuk mendukung sektor pertanian di lingkungan pesantren,” ujarnya.

General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, menyampaikan komitmen PLN untuk terus mendukung ketahanan pangan dan pemerataan pembangunan, khususnya menjelang Hari Kemerdekaan RI ke-80.

“PLN siap menjadi garda terdepan dalam mendukung swasembada pangan nasional dan pembangunan merata. Melalui keandalan listrik, kami ingin kemerdekaan benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat, termasuk para santri dan masyarakat pesantren,” paparnya.