SURABAYA – Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Jawa digelar di Surabaya, Kamis (11/9/2025). Forum ini mengangkat tema “Mendorong Penguatan Skema Pembiayaan untuk Akselerasi Produktivitas Sektor Pertanian dalam rangka Mendukung Program Ketahanan Pangan”.
Kegiatan ini merupakan inisiatif Bank Indonesia (BI) yang berkolaborasi dengan Kemenko Bidang Perekonomian, Kemenko Bidang Pangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tujuannya, meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat pembiayaan sektor pangan.
Rakorwil dihadiri Sekda dan Asisten Daerah Perekonomian dan Pembangunan, Perum Perhutani, Dinas Pertanian se-Jawa, perbankan, serta pelaku usaha. Pembahasan difokuskan pada peluang dan tantangan ekstensifikasi, intensifikasi, dan pembiayaan sektor pertanian, dengan dukungan lesson learned dari seluruh provinsi di Jawa.
Kepala BI Jatim, Ibrahim, menegaskan pentingnya penguatan produktivitas pertanian pada komoditas strategis seperti padi, jagung, dan tebu. “Hal ini dapat tercapai melalui dukungan pembiayaan serta perlindungan lahan,” ujarnya.
Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Tanaman Pangan Kemenko Bidang Pangan, Kus Prisetiahadi, menambahkan bahwa ketersediaan pupuk bersubsidi yang terukur dan irigasi memadai menjadi kunci tercapainya target swasembada pangan.
Sementara itu, Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, Muhammad Saifulloh, mengungkapkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa sepanjang Januari–Agustus 2025 mencapai Rp88,54 triliun atau 49,18% dari capaian nasional. “Wilayah Jawa terbukti menjadi motor utama penyaluran KUR, terutama sektor produksi yang menopang ketahanan pangan,” tegasnya.
Dari sisi regulasi, OJK melalui Kepala Bagian Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan, Dewi Sagita Pranata, menyampaikan telah menerbitkan POJK No.19/2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan UMKM yang berlaku bagi bank dan lembaga keuangan non-bank.
Rakorwil menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain:
1. Menjaga luas lahan pertanian melalui implementasi Perda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
2. Optimalisasi lahan tidur, termasuk lahan milik Perhutani.
3. Regenerasi petani lewat program Petani Milenial yang ditunjang sarpras dan teknologi digital.
4. Penguatan kelembagaan petani dan literasi keuangan.
5. Dukungan perbankan dengan pembiayaan bersuku bunga lunak.
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula penyerahan komitmen sinergi pembiayaan perbankan kepada pelaku usaha pertanian, kerja sama agroforestri antara PT Sinergi Gula Nusantara dan Perum Perhutani, serta penguatan produktivitas pertanian dari BI kepada kelompok tani di Jawa.
Upaya ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih akseleratif, inklusif, dan berkelanjutan dengan sinergi erat antara pemerintah pusat, pemda, BI, serta mitra strategis lainnya.





