SURABAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur merilis perkembangan inflasi di wilayahnya sepanjang November 2025. Secara tahunan (year on year/y-on-y), inflasi Jatim tercatat mencapai 2,63 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di angka 109,42.
Dalam Berita Resmi Statistik (BRS) yang dipublikasikan pada Senin (1/12/2025), Kepala BPS Jatim, Dr. Zulkipli, M.Si, melalui Statistisi Ahli Madya BPS Jatim, Debora Sulistya Rini, menjelaskan bahwa pergerakan inflasi di Jawa Timur masih dipengaruhi dinamika harga di sejumlah kelompok pengeluaran.
Debora memaparkan, kota dengan inflasi tahunan tertinggi adalah Sumenep, yang mencapai 3,26 persen dengan IHK sebesar 112,94. Sementara inflasi terendah dicatatkan oleh Kabupaten Gresik, yakni 2,02 persen dengan IHK 107,41.
“Peningkatan inflasi y-on-y terutama dipicu oleh naiknya indeks kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang tumbuh 3,81 persen. Selain itu, kelompok pakaian dan alas kaki juga mengalami kenaikan 0,80 persen,” ujarnya.
Kenaikan harga juga terlihat pada berbagai kelompok lain seperti:
– Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik 1,34 persen
– Perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik 0,38 persen
– Kesehatan naik 1,96 persen
– Transportasi naik 1,01 persen
– Rekreasi, olahraga, dan budaya naik 1,17 persen
– Pendidikan naik 1,71 persen
– Penyediaan makanan dan minuman/restoran naik 1,40 persen
Perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang paling signifikan dengan kenaikan 13,56 persen
Adapun kelompok pengeluaran yang justru mengalami penurunan indeks adalah informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, yang turun 0,54 persen.
Debora menambahkan, inflasi Jawa Timur untuk skala month to month (m-to-m) selama November 2025 tercatat 0,17 persen, sementara inflasi year to date (y-to-d) mencapai 2,16 persen.






