Gunakan Bahasa Sunda, PSG Soroti Pindahnya Layvin Kurzawa ke Persib Bandung

PSG Turut Mengucapkan Selamat Atas Bergabungnya Layvin Kurzawa ke Persib Bandung

Klub Paris Saint-Germain (PSG) ikut menyoroti perpindahan mantan pemainnya, Layvin Kurzawa, ke klub asal Indonesia, Persib Bandung. Kehadiran sang bek kiri asal Prancis di Persib Bandung menjadi sorotan utama dalam bursa transfer paruh musim 2025/2026.

Melalui akun Instagram resmi klub, PSG mengunggah pesan selamat atas bergabungnya Layvin Kurzawa dengan Persib. Menariknya, ucapan tersebut disampaikan menggunakan bahasa Sunda, yang menjadi ciri khas dari Kota Bandung. Pesan itu berbunyi:

“Baheula di Paris, Ayeuna di Paris Van Java!

Wilujeng Sumping, Wawa Kurzawa!”

Tulisan tersebut mencerminkan rasa hangat dan apresiasi dari PSG terhadap perjalanan karier Layvin Kurzawa yang kini berlabuh di kota yang dikenal sebagai “Paris van Java”.

Di kolom komentar, Persib Bandung juga turut merespons pesan dari PSG. Admin akun Instagram Persib membalas dengan tulisan: “Welcome to Paris van Java (Selamat datang di Paris van Java)”. Julukan ini merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan Kota Bandung sebagai kota yang memiliki kesamaan dengan Paris.

Profil Lengkap Layvin Kurzawa

Layvin Kurzawa lahir pada 4 September 1992 di Frejus, Prancis. Pemain berusia 33 tahun ini memiliki tinggi badan 1,82 meter dan berposisi sebagai bek kiri. Ia mengawali kariernya dari klub-klub junior seperti ES Fréjus, Stade Raphaëlois, hingga AS Aix-en-Provence sebelum akhirnya bergabung dengan AS Monaco pada 2007.

Pada 27 Agustus 2025, ia pindah ke PSG dan bertahan hingga 1 September 2022. Setelah itu, ia dipinjamkan ke Fulham sebelum resmi hengkang dari PSG pada 1 Juli 2024. Setelah masa tanpa klub, Layvin Kurzawa kemudian bergabung dengan Boavista, Portugal, dari 11 Februari 2025 hingga 1 Juli 2025.

Harga pasarnya saat ini mencapai Rp 13,04 miliar. Sepanjang kariernya, ia telah mengoleksi 21 trofi, termasuk enam gelar French Super Cup, empat gelar French League Cup, lima gelar French Cup, dan lima gelar French Champion bersama PSG. Selain itu, ia juga pernah memperkuat Timnas Prancis, dengan catatan 13 pertandingan, 1 gol, 1 assist, dan 1 kartu kuning.

Riwayat Cedera yang Panjang

Meskipun Layvin Kurzawa memiliki rekam jejak yang luar biasa, satu hal yang patut diperhatikan adalah riwayat cedera yang cukup panjang dan sering kambuh. Hal ini bisa menjadi faktor yang memengaruhi performanya di Persib Bandung.

Berikut beberapa riwayat cedera Layvin Kurzawa:

  • Musim 24/25
  • Cedera otot (10 April 2025 – 31 Mei 2025, 52 hari, 6 pertandingan terlewat)
  • Cedera otot (20 Februari 2025 – 12 Maret 2025, 21 hari, 3 pertandingan terlewat)

  • Musim 22/23

  • Robekan pada jaringan ikat bagian luar (27 Februari 2023 – 30 Juni 2023, 124 hari, 15 pertandingan terlewat)
  • Benturan (8 Oktober 2022 – 2 November 2022, 26 hari, 5 pertandingan terlewat)

  • Musim 21/22

  • Sakit (2 Oktober 2021 – 14 Oktober 2021, 13 hari, 1 pertandingan terlewat)
  • Gangguan adduktor (19 Agustus 2021 – 16 September 2021, 29 hari, 4 pertandingan terlewat)

  • Musim 20/21

  • Cedera engkel (11 Mei 2021 – 10 Juni 2021, 31 hari, 4 pertandingan terlewat)
  • Cedera betis (29 Maret 2021 – 15 April 2021, 18 hari, 4 pertandingan terlewat)
  • Cedera pangkal paha (21 Desember 2020 – 7 Januari 2021, 18 hari, 2 pertandingan terlewat)
  • Gangguan pada paha (1 Agustus 2020 – 21 Agustus 2020, 21 hari, 2 pertandingan terlewat)

  • Musim 19/20

  • Istirahat (14 Februari 2020 – 16 Februari 2020, 3 hari, 1 pertandingan terlewat)
  • Cedera yang tidak diketahui (20 November 2019 – 1 Desember 2019, 12 hari, 2 pertandingan terlewat)
  • Sakit (16 Agustus 2019 – 29 Agustus 2019, 14 hari, 2 pertandingan terlewat)

  • Musim 18/19
  • Kebugaran (8 November 2018 – 23 November 2018, 16 hari, 3 pertandingan terlewat)
  • Herniated Disk (10 Agustus 2018 – 7 November 2018, 90 hari, 20 pertandingan terlewat)

  • Musim 18/19

  • Cedera punggung (11 Juli – 30 Juli 2018, 20 hari, 1 laga terlewat)

  • Musim 17/18

  • Benturan (16 April – 20 April 2018, 5 hari, 1 laga terlewat)
  • Gangguan pada paha (8 Februari – 16 Februari 2018, 9 hari, 2 laga terlewat)
  • Cedera lutut (5 Oktober – 16 Oktober 2017, 12 hari, 3 laga terlewat)

  • Musim 16/17

  • Cedera lutut (10 April – 1 Juni 2017, 53 hari, 9 laga terlewat)
  • Kutu kelamin (7 November – 1 Desember 2016, 25 hari, 6 laga terlewat)
  • Cedera hamstring (12 September – 22 September 2016, 11 hari, 3 laga terlewat)

  • Musim 15/16

  • Benturan (28 Januari – 1 Februari 2016, 5 hari, 1 laga terlewat)
  • Gangguan pada betis (27 Agustus – 10 September 2015, 15 hari, 3 laga terlewat)

  • Musim 14/15

  • Regangan otot paha (20 November 2014 – 1 Januari 2015, 43 hari, 9 laga terlewat)
  • Regangan pada betis (23 Oktober – 3 November 2014, 12 hari, 2 laga terlewat)

  • Musim 13/14

  • Cedera hamstring (21 April – 15 Mei 2014, 25 hari, 3 laga terlewat)
  • Cedera hamstring (24 Maret – 10 April 2014, 18 hari, 3 laga terlewat)
  • Gangguan pada betis (3 Oktober – 24 Oktober 2013, 22 hari, 9 laga terlewat)

  • Musim 11/12

  • Cedera hamstring (3 Mei – 4 Juni 2012, 33 hari, 11 laga terlewat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *