Daerah  

WTP PIK2: Air Berkualitas, Teknologi Dunia

Teknologi modern kini menjadi tulang punggung dalam penyediaan air bersih di perkotaan, memastikan pasokan air yang aman dan berkualitas bagi masyarakat. Di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2), sebuah sistem instalasi pengolahan air atau Water Treatment Plant (WTP) yang canggih menjadi bukti nyata penerapan teknologi terdepan. WTP ini mengintegrasikan berbagai teknologi pengolahan air dari berbagai negara untuk menghasilkan air minum dengan standar kualitas internasional.

Sumber Air Baku dan Tahapan Pengolahan Awal

Instalasi pengolahan air di PIK2 mengandalkan dua sumber utama air baku: Sungai Tahang dan pasokan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Air dari kedua sumber ini kemudian menjalani serangkaian tahapan penyaringan yang ketat sebelum akhirnya didistribusikan kepada para penghuni kawasan.

Air yang bersumber dari Sungai Tahang pertama-tama dipompa menuju proses pretreatment. Tahap ini merupakan pengolahan awal yang menggunakan kombinasi proses kimia dan fisika. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan air baku agar siap untuk tahapan penyaringan yang lebih lanjut. Dalam proses pretreatment ini, berbagai zat pengotor yang kasat mata maupun terlarut mulai diidentifikasi dan dihilangkan sebagian.

Penyaringan Tingkat Lanjut Menggunakan Teknologi Membran

Setelah melalui tahap pretreatment, air memasuki fase penyaringan yang lebih intensif. Salah satu teknologi unggulan yang digunakan adalah membran ultrafiltration (UF). Membran ini memiliki ukuran pori yang sangat kecil, hanya sekitar 0,01 mikron. Ukuran pori yang sekecil ini efektif dalam menyaring partikel-partikel mikro, termasuk virus dan bakteri, yang tidak mampu melewatinya.

Selain teknologi UF, air juga menjalani proses reverse osmosis (RO). Proses ini sangat krusial, terutama mengingat lokasi PIK2 yang berada relatif dekat dengan wilayah pesisir. Reverse osmosis berfungsi untuk memisahkan air dari kandungan garam yang mungkin ada dalam air baku. Dengan demikian, kualitas air dapat ditingkatkan secara signifikan, menjadikannya lebih layak untuk dikonsumsi.

Setelah melalui serangkaian tahapan penyaringan canggih ini, air yang telah bersih kemudian dialirkan ke reservoir atau bak penampungan. Dari reservoir inilah, air didistribusikan ke setiap rumah tangga penghuni kawasan PIK2.

Pengolahan Air dari PDAM

Sementara itu, air yang berasal dari PDAM memiliki perlakuan yang sedikit berbeda. Air ini umumnya sudah berstatus air bersih, sehingga tidak memerlukan proses pretreatment atau reverse osmosis awal. Air dari PDAM ini langsung diarahkan ke UF feeder tank untuk menjalani proses ultrafiltration sebelum akhirnya masuk ke reservoir utama. Proses UF ini tetap penting untuk memastikan standar kualitas tertinggi tercapai.

Detail Teknologi Filtrasi yang Digunakan

Direktur WTP Agung Sedayu Group, Chrisnadi Pantjaindria, merinci lebih lanjut tentang teknologi filtrasi yang diimplementasikan di WTP PIK2. Ia menjelaskan bahwa sistem ini merupakan hasil integrasi teknologi dari berbagai negara.

  • Dissolved Air Flotation (DAF)
    Tahap penyaringan pertama menggunakan teknologi DAF. Alat ini memiliki kapasitas pengolahan sebesar 83 liter per detik dan merupakan produk dari Belanda dengan merek Redox. Perawatan harian sangat penting untuk menjaga optimalitas sistem ini.

    • Perawatan harian meliputi pembersihan sludge (endapan) dan pengecekan pada rotor.
  • Manganese Green Sand (MGS)
    Setelah tahap DAF, air diproses menggunakan MGS. Sistem ini memiliki kapasitas gabungan 2 x 35 liter per detik. Media penyaringnya menggunakan manganese green sand, dan alatnya berasal dari Brasil.

    • Perawatan dilakukan secara berkala melalui proses backwash setiap hari.
  • Ultra Filtration (UF)
    Tahap selanjutnya adalah penyaringan menggunakan teknologi UF, dengan kapasitas 4 x 25 liter per detik. Sistem ini merupakan produk dari Jepang.

    • Dilengkapi dengan mekanisme backwash otomatis yang bekerja setiap satu jam untuk menjaga performa membran tetap optimal.
  • Brackish Water Reverse Osmosis (BWRO)
    Setelah melalui proses UF, air kembali diolah menggunakan teknologi BWRO, yang memiliki kapasitas 2 x 19 liter per detik.

    • Perawatan sistem BWRO dilakukan secara berkala, biasanya setiap dua bulan, atau ketika tekanan diferensial mencapai batas tertentu (di atas tiga bar).

Kapasitas Reservoir dan Desain Modular

Selain teknologi penyaringan yang berlapis, WTP PIK2 juga dilengkapi dengan reservoir berkapasitas besar, yaitu sekitar 10.000 meter kubik. Reservoir ini berperan vital dalam menjaga stabilitas distribusi air ke seluruh penjuru kawasan.

Salah satu keunggulan desain WTP PIK2 adalah sistemnya yang modular. Desain ini memungkinkan operasional tetap berjalan meskipun sebagian unit sedang dalam proses perawatan.

Kualitas Air Terjamin Melampaui Standar

Hasil pengujian kualitas air dari WTP PIK2 menunjukkan performa yang sangat baik, bahkan jauh melampaui batas baku mutu yang ditetapkan oleh pemerintah.

  • Tingkat Kekeruhan (Turbidity)
    Tingkat kekeruhan air tercatat hanya 0,19 NTU. Angka ini sangat rendah jika dibandingkan dengan standar yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023.

  • Tingkat Keasaman (pH)
    Nilai pH air berada pada angka 7,71. Angka ini masih berada dalam rentang standar yang ditetapkan pemerintah, yaitu antara 6,5 hingga 8,5.

  • Total Dissolved Solid (TDS)
    Kandungan zat terlarut dalam air (TDS) tercatat sebesar 16,54 mg per liter. Angka ini jauh di bawah batas maksimal yang diperbolehkan, yaitu 300 mg per liter.

Pengawasan Kualitas Independen

Pemantauan kualitas air tidak hanya dilakukan secara internal oleh tim teknis WTP PIK2. Untuk memastikan objektivitas dan akurasi, kualitas air juga diuji secara berkala oleh laboratorium independen.

SGS, sebuah laboratorium yang telah terakreditasi ISO 17025 oleh Komite Akreditasi Nasional, rutin melakukan pengujian sampel air setiap bulan di lokasi WTP PIK2. Berdasarkan hasil pengujian terhadap sampel outlet WTP PIK2 dengan nomor sampel SID BOG 10.30.357, seluruh parameter kualitas air terkonfirmasi berada dalam rentang baku mutu yang ditetapkan dalam Permenkes Nomor 2 Tahun 2023.

Selain itu, pemeriksaan dari UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah juga telah mengonfirmasi bahwa kualitas air hasil pengolahan WTP PIK2 berada di bawah batas baku mutu yang diperbolehkan.

Dengan kombinasi teknologi penyaringan modern yang canggih dan sistem pengawasan kualitas yang ketat dan berkala, instalasi WTP PIK2 menjadi salah satu infrastruktur krusial yang menjamin ketersediaan air bersih berkualitas bagi seluruh penghuni kawasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *