News  

Setelah makan gratis, ratusan siswa dan guru keracunan di Jaktim

Insiden Keracunan Akibat Menu Makan Bergizi Gratis di Jakarta Timur

Beberapa waktu lalu, terjadi kembali insiden dugaan keracunan yang melibatkan siswa dan guru akibat mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini, puluhan siswa, guru, dan orangtua murid dari empat sekolah di wilayah Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan tersebut.

Dari data yang dikumpulkan, sebanyak 72 korban mengalami gejala seperti demam, panas, mual, muntah, dan diare setelah menyantap MBG yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Kamis (2/4/2026). Orangtua murid berinisial Z mengungkapkan bahwa kejadian ini bermula ketika anaknya dan siswa lain mendapatkan menu spageti, tumis sayur, serta stroberi. Biasanya, menu MBG berupa nasi, tetapi hari itu berbeda. Anak-anak tampak senang dengan menu baru tersebut, sehingga banyak yang langsung memakan makanan di sekolah.

Menurut Z, tidak ada aroma atau tekstur yang mencurigakan pada makanan yang disajikan. Secara kasat mata, menu tersebut terlihat normal. Namun, beberapa jam setelah mengonsumsinya, para siswa hingga guru mulai mengeluhkan gangguan kesehatan. Sejumlah orangtua murid yang ikut mengonsumsi makanan tersebut juga mengalami gejala serupa.

“Anak saya tidak makan terlalu banyak, bahkan tidak habis. Tapi dia masih demam. Rata-rata mereka mengalami demam, pusing, dan ada yang mengalami sesak napas,” ujar Z.

Setelah kejadian tersebut, Dinas Kesehatan DKI Jakarta segera melakukan pengambilan sampel MBG untuk diuji laboratorium. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Sri Puji Wahyuni, menyampaikan bahwa penyebab keracunan masih dalam penyelidikan. “Masih dicurigai, karena hasil pemeriksaan laboratorium belum keluar,” jelasnya.

Berdasarkan data, korban keracunan berasal dari beberapa sekolah, antara lain SMA 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 09, dan SDN Pondok Kelapa 07. Badan Gizi Nasional (BGN) telah menyampaikan permintaan maaf atas kejadian ini dan memastikan menanggung seluruh biaya pengobatan korban. Selain itu, operasional SPPG yang terkait juga dihentikan sementara.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menjelaskan bahwa SPPG Pondok Kelapa telah ditutup sementara hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Alasan penutupan tersebut adalah karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan instalasi IPAL, belum memenuhi standar.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa para korban ditangani di tiga rumah sakit, yaitu RSKD Duren Sawit, RS Pondok Kopi, dan RS Harum Sisma Medika. Ia juga menegaskan bahwa biaya pengobatan akan ditanggung oleh BGN jika korban tidak terdaftar di BPJS Kesehatan.

Dari hasil peninjauan yang dilakukan, Pramono menyebut bahwa kondisi para korban sudah membaik dan dapat dipulangkan. Ia juga menyatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta tetap mendukung program MBG, namun masih menunggu hasil investigasi terkait penyebab kejadian ini.

Penyebab Keracunan Masih Dalam Penyelidikan

Meski ada dugaan bahwa keracunan berasal dari menu spagetti yang disajikan, Pramono menekankan bahwa pihaknya tidak ingin berandai-andai. “Biarkan laboratorium atau pihak yang bertanggung jawab yang akan menyampaikan hasilnya,” katanya.

Sementara itu, para korban terus mendapatkan perawatan medis yang optimal. Diharapkan kondisi mereka terus membaik dan bisa kembali beraktivitas seperti biasanya. Para siswa dan guru yang terkena dampak insiden ini diharapkan dapat segera pulih dan kembali menjalani kegiatan belajar mengajar tanpa hambatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *