News  

Renungan Katolik Harian: Kleopas dan Kehidupan Kita

Renungan Harian Katolik: Kleopas dan Dinamika Kehidupan Kita

Renungan harian Katolik hari ini berjudul, “Kleopas Dan Dinamika Kehidupan Kita”. Renungan ini merujuk pada Bacaan I: Kisah Para Rasul 2:14,22-33; Mazmur 16:1-2a,5,7-8,9-10,11; 1 Petrus 1:17-21; Injil Lukas 24:13-35. Warna liturgi yang digunakan adalah putih.

Nama Kleopas hanya disebutkan sekali dalam seluruh catatan Alkitab, yaitu dalam injil hari ini. Dia bukan salah satu dari para rasul, tetapi hanya salah satu dari para murid Kristus. Ada juga nama yang mirip dengan Kleopas, yaitu Klopas, suami Maria. Maria hadir saat Yesus wafat di salib. “Di dekat salib Yesus berdiri ibu Yesus, saudara perempuan ibu-Nya, Maria istri Klopas, dan Maria Magdalena” (Yohanes 19:25).

Pada hari ini, penginjil Lukas menyampaikan bahwa ada dua murid Yesus yang berjalan ke Emaus dengan penuh kekecewaan. Salah satunya bernama Kleopas, sedangkan yang lain tidak disebutkan namanya. Entah disengaja atau tidak, gaya penulisan kisah seperti ini memberikan peluang bagi setiap pembaca atau pendengar kisah, termasuk Anda dan saya, untuk menjadi sahabat seperjalanan Kleopas.

Seperti Kleopas, kita sering kali mengalami krisis dalam hidup karena pengalaman negatif yang membuat kita merasa ditinggalkan dan dikecewakan, baik oleh sesama maupun oleh Tuhan. Kita merasa Tuhan jauh dan tidak peduli dengan masalah kita. Hidup memang tidak selalu mudah dimengerti, tidak selalu mudah diatur, dan tidak selalu membuat kita tertawa.

Hidup bisa saja membuat rencana kita berantakan, membuat kita kecewa dan menangis. Lalu, pertanyaan reflektif bagi kita adalah apakah Tuhan membiarkan kita berziarah dalam kekecewaan? Jawabannya adalah tidak.

Satu hal yang mesti kita ketahui, bahwa kita bukan hanya sahabat seperjalanan Kleopas yang penuh dengan kekecewaan dan keputusasaan, tetapi Yesus juga sahabat perjalanan Anda dan saya. Dialah Sang Imanuel, Allah yang menemani kita sampai akhir zaman.

Meskipun pada akhir kisah di Emaus, Yesus menghilang dari tengah-tengah Kleopas dan seorang murid yang lain itu, Yesus telah menunjukkan kepada kita hari ini bahwa Allah yang Imanuel tidak akan pernah meninggalkan kita berziarah tanpa petunjuk dan tanpa bekal.

Di Emaus, Yesus telah menunjukkan bahwa Dia selalu hadir secara nyata dalam dua bentuk, yang kemudian dijadikan format baku dalam Liturgi Misa Kudus, yaitu dalam Sabda yang memberikan kita petunjuk bagaimana seharusnya kita hidup, serta Ekaristi yang memberikan kita bekal dalam penziarahan hidup ini.

Firman Allah selalu menjadi pelita bagi kaki kita, para peziarah. Sementara itu, tubuh dan darah-Nya benar-benar menjadi makanan dan minuman rohani dalam ziarah kita di muka bumi ini.

Hari ini, kita disadarkan bahwa kita bukan hanya sahabat perjalanan Kleopas, yang penuh dengan kekecewaan, tetapi juga sahabat perjalanan Kristus yang penuh dengan optimisme dalam kebenaran, meskipun jalan yang kita lalui adalah jalan penyangkalan diri, memikul salib, dan mengikuti-Nya.

Pada titik inilah, dalam aneka pengalaman kekecewaan, kita mesti ingat akan hal ini: Tuhan selalu hadir untuk Anda dan untuk saya.

Penutup

Tuhan Yesus, temani kami dalam perjalanan hidup yang sering membingungkan ini. Bukalah hati kami agar mampu mengenali kehadiran-Mu dalam hal sederhana. Kuatkan iman kami saat lemah, dan nyalakan kembali harapan kami. Jadikan kami saksi kasih-Mu yang nyata di tengah dunia setiap hari. Amin.

Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Minggu Paskah III. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus…Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *