Kisah Pilu Boiyen: Dua Bulan Menikah, Syok Tabiat Asli Suami

Pernikahan yang Berakhir dalam Duka

Pernikahan antara Boiyen dan Rully yang hanya berlangsung selama dua bulan itu akhirnya harus berakhir setelah berbagai masalah muncul. Peristiwa ini menandai akhir dari sebuah hubungan yang diharapkan bisa menjadi awal kebahagiaan, tetapi justru menjadi sumber kesedihan.

Pada Januari 2026, Boiyen resmi mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Tigaraksa, Tangerang. Keputusan tersebut bukanlah tindakan impulsif, melainkan hasil dari perasaan kecewa yang mendalam terhadap sifat Rully yang sulit berubah. Selain itu, komunikasi yang buruk antara keduanya juga menjadi salah satu pemicu utama retaknya rumah tangga mereka.

Kehidupan Boiyen mengalami perubahan besar setelah ia memutuskan untuk berpisah dari Rully Akbar. Hal ini tidak hanya berdampak pada kehidupan pribadi, tetapi juga pada kondisi mentalnya. Banyak hal yang terjadi setelah pernikahan itu, termasuk kasus hukum yang menjerat Rully.

Keterlibatan Rully dalam Kasus Penipuan

Rully diketahui terlibat dalam kasus penipuan dan investasi bodong. Informasi ini semakin memperburuk hubungan antara Boiyen dan mantan suaminya. Masalah-masalah ini muncul sebelum pernikahan mereka, sehingga Boiyen merasa tidak memiliki kewajiban untuk memberikan klarifikasi atau tanggung jawab atas tindakan Rully.

Dalam wawancaranya dengan Andre Taulany di Podcast YouTube Taulany TV, Boiyen menyampaikan bahwa dugaan penipuan yang menimpa Rully sudah terjadi sebelum mereka menikah. Ia menjelaskan bahwa dirinya merasa tidak nyaman karena media terus mengejarnya, bahkan sampai mengunjungi rumahnya.

“Kena lah (mental), kita kan nggak bisa kerja, media klarifikasinya ke rumah saya juga. Saya kan nggak tahu takutnya kalau saya speak up jadinya blunder,” ujarnya.

Boiyen juga mengungkapkan bahwa kejadian ini membuatnya trauma terhadap laki-laki. Ia kini lebih waspada saat didekati oleh pria, terutama yang bermulut manis. Bahkan, ia sampai menutup akses komunikasi dengan pria-pria tersebut.

Alasan Kuat Boiyen Mengambil Keputusan

Setelah lama diam, Boiyen akhirnya menyebutkan alasan kuat yang membuatnya memutuskan bercerai. Menurutnya, tabiat Rully yang sulit berubah menjadi faktor utama. Ia percaya bahwa sifat seseorang sangat sulit diubah, kecuali jika orang tersebut sendiri bersedia berubah.

Boiyen mengatakan bahwa sebelum mengajukan gugatan cerai, ia telah beberapa kali mencoba memberi toleransi terhadap masalah yang ada. Namun, masalah serupa tetap muncul dan terulang kembali. Hal ini akhirnya membuatnya mantap untuk memutuskan bercerai.

“Tadinya begitu, oh bisa berubah nih. Sebelum-sebelumnya ada juga masalah itu, akhirnya kita sama-sama beresin, oh bisa berubah. Ternyata, pas habis nikah oh ada lagi, oh ya ternyata (tidak berubah). Daripada saya capek, ya sudah,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *