Tetangga Kenang Praka Rico yang Gugur di Lebanon, Pernah Kerja Dekor Pelaminan Sebelum Jadi Tentara

Kehilangan Praka Rico, Prajurit TNI yang Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon

Prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon kembali kehilangan anggota terbaiknya. Kali ini, Prajurit Kepala (Praka) Rico Pramudia, yang berasal dari Sumatra Utara, gugur dalam tugasnya. Ia merupakan bagian dari United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dan meninggal dunia setelah terkena serangan Israel di Markas Adchit Al Qusayr pada Minggu, 29 Maret 2026.

Meskipun sempat menjalani perawatan di rumah sakit setempat, nyawa Praka Rico tidak berhasil diselamatkan. Kepergian almarhum menyisakan duka mendalam bagi keluarga besar dan masyarakat sekitar.

Kampung Halaman yang Menyimpan Kenangan

Kampung halaman Praka Rico berada di Dusun VII Sukajadi, Desa Dolok Manampang, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara. Di sana, ia dikenal sebagai sosok yang baik, sopan, serta rajin beribadah. Warga sekitar mengenang bahwa Praka Rico selalu dekat dengan masyarakat sekitar dan memiliki sifat yang ramah.

Ngadinah, salah satu warga setempat, mengingat masa kecil Praka Rico. “Anaknya baik, sopan, dan rajin beribadah. Dia memang kelahiran sini. Dari kecil sudah kenal dia saya,” katanya.

Selain itu, Praka Rico juga dikenal tekun. Sebelum bergabung dengan militer, ia pernah bekerja sebagai anggota dekor pelaminan di kampungnya. Pekerjaan tersebut dilakoninya selama beberapa tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk mendaftar sebagai anggota TNI.

Keputusan untuk Bergabung dengan TNI

Menurut Ngadinah, Praka Rico mulai mencoba mendaftarkan diri sebagai anggota TNI sejak 11 tahun lalu. Setahun sebelum masuk ke Kodam Iskandar Muda, Aceh, ia sempat berpamitan kepada rekan kerjanya saat bekerja sebagai dekor pelaminan.

“Ketika ingin masuk tentara, dia pamit kepada anak saya. Katanya, kalau enggak diterima, nanti kerja sini lagi ya,” kenang Ngadinah.

Keputusan Praka Rico untuk bergabung dengan TNI menunjukkan komitmennya terhadap negara. Ia memilih jalan hidup yang lebih berat namun penuh makna.

Duka yang Mengguncang Warga

Kepergian Praka Rico membuat warga kampung merasa sedih. Saat mendengar kabar duka, mereka langsung berkunjung ke rumah duka. “Keluarganya menghubungi kami. Abangnya menghubungi di HP itu kan, bahwa si Rico udah enggak ada gitu. Begitu dengar kabar meninggal, semua orang sedih,” kata Ngadinah.

Warga kampung yang datang ke rumah duka memberikan dukungan kepada keluarga almarhum. Bahkan, malam harinya, rumah duka dipenuhi oleh para tetangga.

Keluarga yang Tinggalkan

Praka Rico meninggalkan seorang istri dan seorang anak yang masih balita. Selain itu, ia adalah anak ke-9 dari 10 bersaudara dan memiliki seorang kembaran. Dengan kepergiannya, banyak orang merasa kehilangan sosok yang baik dan berbakti.

Ngadinah, yang sudah mengenal Praka Rico sejak kecil, tak henti mengenang kebaikan almarhum. “Selama mengenalnya, saya tahu dia sosok yang sopan dan ramah kepada tetangga. Bahkan setelah menjadi prajurit, sikapnya tetap sama seperti dulu,” ujarnya.

Proses Penguburan

Hingga saat ini, jenazah Praka Rico masih dalam perjalanan dari Lebanon. Rencananya, jenazah akan langsung dibawa ke rumah duka. Setelah disemayamkan, jenazah akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Lubuk Pakam, Kabupaten Deliserdang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *