Unusa Hidupkan Tradisi Literasi Lewat Peringatan Hari Puisi Nasional

Teks Foto : Peluncuran buku Belajar Mencintai-Mu karya dosen Unusa menjadi sorotan dalam peringatan Hari Puisi Nasional. (ist)

SURABAYA – Peringatan Hari Puisi Nasional dimanfaatkan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) untuk memperkuat budaya literasi di lingkungan kampus.

Pada Selasa (28/4), Unusa menggelar rangkaian kegiatan mulai dari kuliah pakar sastra, parade pembacaan puisi, hingga peluncuran buku karya dosen yang berlangsung di Kampus C.

Mengusung tema Puisi sebagai Sarana Berpikir Kritis dan Reflektif, kegiatan ini diikuti mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), dosen, serta pegiat sastra dari berbagai daerah di Jawa Timur. Momentum ini sekaligus menjadi bentuk peringatan Hari Puisi Nasional yang diperingati setiap 28 April untuk mengenang wafatnya Chairil Anwar.

Sorotan utama kegiatan adalah peluncuran buku kumpulan puisi berjudul Belajar Mencintai-Mu karya Suharmono Kasiyun. Buku tersebut mengangkat refleksi cinta dari berbagai perspektif, mulai dari personal, sosial, hingga spiritual.

Dekan FKIP Unusa, Nafiah, menegaskan bahwa literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kepekaan dan kemampuan berpikir kritis.

“Puisi melatih kepekaan, refleksi, sekaligus kemampuan berpikir kritis. Ini penting bagi mahasiswa dalam menghadapi dinamika kehidupan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, peluncuran karya dosen menjadi bukti bahwa tradisi akademik tidak berhenti di ruang kelas. Dosen diharapkan mampu menjadi teladan dalam berkarya sekaligus menginspirasi mahasiswa untuk aktif menulis dan berekspresi.

Sejumlah tokoh sastra Jawa Timur turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Aming Aminoedin, Toto Sonata, Amang Mawardi, dan Riadi Ngasiran. Mereka menekankan pentingnya sastra sebagai sarana membangun karakter, empati, serta nilai-nilai kemanusiaan.

Kegiatan semakin semarak dengan parade pembacaan puisi oleh mahasiswa dan sastrawan. Penampilan tersebut disambut antusias oleh peserta dan menjadi ruang ekspresi kreatif bagi generasi muda.

Melalui peringatan ini, Unusa menegaskan komitmennya dalam menghadirkan ekosistem akademik yang tidak hanya berorientasi pada ilmu pengetahuan, tetapi juga memadukan seni dan nilai kemanusiaan sebagai fondasi pembangunan peradaban.