News  

Santri Miftahul Khoir Kelola Sampah Mandiri di Lingkungan Warga Tasikmalaya

Santri Pondok Pesantren Miftahul Khoir Berkontribusi dalam Pengelolaan Sampah

Di tengah tuntutan untuk menjaga lingkungan hidup, sejumlah santri dari Pondok Pesantren Miftahul Khoir di Kabupaten Tasikmalaya menunjukkan inisiatif yang luar biasa. Mereka melakukan gotong royong dalam memilah dan mengelola sampah di lingkungan sekitarnya secara mandiri. Aksi ini menjadi bagian dari upaya pesantren ramah lingkungan dalam mengatasi masalah sampah di RW 08 Kampung Ciburuy Pesantren, Desa Sukasukur, Kecamatan Cisayong.

Kegiatan ini dilakukan secara rutin setiap Jumat pagi. Santri-santri tersebut mengumpulkan sampah dari rumah warga dan kemudian memilahnya menggunakan alat sederhana. Tujuannya adalah untuk menentukan jenis sampah yang bisa didaur ulang atau dijual ke pengepul rongsokan. Meskipun pengelolaan sampah masih dilakukan dengan cara tradisional, aksi nyata ini membantu mengurangi volume sampah di lingkungan sekitar.

Salah satu santri dari pesantren tersebut, Sandi, menjelaskan bahwa saat ini mereka hanya fokus pada sampah yang bisa didaur ulang atau dijual. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya membantu mengurangi sampah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi santri dalam membangun kepedulian sosial.

“Ini melatih kami supaya lebih produktif dan peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.

Perubahan Positif dari Keterlibatan Santri

Ketua RT Kampung Ciburuy, Anas Nasrullah, juga menyambut baik keterlibatan santri dalam kegiatan pengelolaan sampah. Ia mengungkapkan bahwa partisipasi santri telah membawa perubahan nyata dalam kesadaran warga setempat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Anas berharap ada dukungan fasilitas yang lebih memadai agar pengelolaan sampah dapat dilakukan secara optimal dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Ia berharap pihak terkait dapat memberikan alat yang lebih modern agar kegiatan ini bisa berjalan lebih maksimal.

Manfaat Jangka Panjang dari Kegiatan Ini

Selain manfaat lingkungan, kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap para santri. Mereka belajar tentang tanggung jawab sosial dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat sekitar, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan karakter bagi santri.

Beberapa aspek penting dari kegiatan ini antara lain:

  • Peningkatan Kesadaran Lingkungan: Warga mulai lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
  • Pembelajaran Praktis: Santri belajar tentang pengelolaan sampah secara langsung.
  • Kolaborasi Komunitas: Keterlibatan santri memperkuat hubungan antara pesantren dan masyarakat sekitar.

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Meskipun kegiatan ini menunjukkan potensi besar, masih ada tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah keterbatasan alat dan fasilitas yang digunakan dalam pengelolaan sampah. Untuk itu, diperlukan dukungan dari pihak-pihak terkait agar kegiatan ini bisa berkelanjutan dan lebih efektif.

Harapan besar ditempatkan pada pemerintah daerah atau organisasi lingkungan untuk memberikan bantuan dalam bentuk pelatihan, alat kerja, maupun anggaran yang cukup. Dengan begitu, kegiatan ini bisa menjadi contoh yang baik bagi pesantren-pesantren lain di wilayah sekitar.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *