Tragedi Maut di Stasiun Bekasi Timur: Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL
Tragedi maut yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, kota Bekasi, menjadi perhatian besar setelah Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek menghantam Kereta Listrik (KRL) rute Bekasi-Jakarta. Insiden ini menimbulkan korban jiwa dan kerusakan parah pada rangkaian kereta. Dugaan sementara menyebutkan bahwa kecelakaan berawal dari sebuah taksi listrik yang mogok di tengah rel.
Awal Kecelakaan
Menurut laporan yang diterima, kejadian bermula saat sebuah taksi listrik merek VinFast VF e34 milik perusahaan Green SM mogok di tengah jalur rel. Taksi tersebut disebut berada di area stasiun, sehingga mengganggu operasional kereta.
Salah satu penumpang KRL, Munir, mengungkapkan bahwa peristiwa itu dimulai saat keretanya berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Ia menjelaskan bahwa KRL yang ia tumpangi dari arah Jakarta menuju Cikarang berhenti karena adanya KRL lain yang datang dari arah Cikarang dan menabrak taksi listrik tersebut.
Setelah berhenti, KA Argo Bromo Anggrek yang melintas dari belakang langsung menghantam rangkaian KRL. “Pokoknya ditabrak dari arah belakang, gerbong masinis kereta jarak jauh itu sampai nembus gerbong,” kata Munir.
Pengalaman Korban
Hendri, seorang penumpang KRL Bekasi–Jakarta, mengatakan bahwa suara keras seperti ledakan terdengar saat kecelakaan terjadi. “Ya kalau kedengerannya seperti suara bom, saking kencangnya,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa kejadian berlangsung sangat cepat dan memicu kepanikan di dalam kereta. “Awalnya biasa-biasa saja, tapi begitu ada tabrakan ini kan sirene langsung bunyi dan asap seperti kelihatan tabrakan besar,” tambahnya.
Proses Evakuasi
Setelah kejadian, proses evakuasi langsung dilakukan di lokasi. Hendri menyebut sejumlah ambulans dikerahkan untuk membawa korban dari lokasi. “Sudah ada 35 ambulans yang bawa korban kecelakaan itu,” ujarnya.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan permintaan maaf atas insiden kecelakaan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan kereta rel listrik (KRL) Bekasi-Jakarta di Stasiun Bekasi Timur. Manager Humas DAOP 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bela sungkawa yang mendalam.
“Untuk korban kami berusaha untuk mengevakuasi ke rumah sakit terdekat. Tercatat di rumah sakit ada dua korban meninggal dunia, sekali lagi kami DAOP 1 Jakarta memohon maaf dan berbelasungkawa sebesar-besarnya,” tutur Franoto.
Tanggung Jawab Perusahaan Taksi
Terkait insiden tersebut, Manajemen taksi hijau Green SM Indonesia menyatakan telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi atas insiden kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Pihak Green SM menyatakan akan terus menyampaikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi. “Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan,” tulis manajemen Green SM melalui akun Instagram @id.greensm.








