BERITA  

BPBD Nunukan dan Damkar Bantu Distribusikan 20 Ribu Liter Air Bersih di Selisun

Krisis Air Bersih di Kelurahan Selisun, Warga Mengandalkan Bantuan Distribusi

Krisis air bersih akibat musim kemarau yang berkepanjangan telah memengaruhi warga di Kelurahan Selisun, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Kondisi ini memaksa masyarakat setempat untuk mengandalkan bantuan distribusi air dari pemerintah daerah agar tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sebanyak 20.000 liter air bersih disalurkan oleh BPBD Nunukan bekerja sama dengan PDAM, PMI, dan Damkar menggunakan dua mobil tangki. Penyaluran dilakukan kepada 17 rumah dengan total 25 kepala keluarga (KK) yang terdampak krisis air. Distribusi dilakukan secara bergilir di wilayah Nunukan dan Nunukan Selatan sebagai respons cepat untuk memenuhi kebutuhan warga sekaligus menjaga pemerataan pasokan air.

Personel BPBD Nunukan bersama PDAM Nunukan, Palang Merah Indonesia, dan Damkar Nunukan turun langsung menyalurkan air bersih pada Jumat (1/5/2026). Aktivitas ini berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 16.30 WITA, di wilayah yang belum terlayani air bersih secara optimal. Dalam penyaluran tersebut, sebanyak 17 rumah dengan 25 KK menjadi sasaran utama.

Kepala Sub Bidang Penyelamatan BPBD Nunukan, Hasanuddin, menjelaskan bahwa distribusi ini merupakan bentuk respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat di tengah keterbatasan air bersih. “Ini merupakan program PDAM Nunukan yang kami dukung bersama BPBD, PMI, dan Damkar. Kami bantu dengan armada tangki untuk menjangkau warga,” ujarnya.

Hasanuddin menyebutkan bahwa total sekitar 20.000 liter air bersih atau setara empat tangki disalurkan kepada masyarakat. Distribusi dilakukan secara bergilir tidak hanya di Selisun, tetapi juga mencakup wilayah Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan sesuai jadwal PDAM. Meskipun berjalan lancar, pembagian air tetap dilakukan dengan pembatasan, agar seluruh warga yang terdampak bisa mendapatkan bagian secara merata.

“Tidak ada kendala berarti, tapi setiap rumah tetap dibatasi, karena air harus dibagi ke wilayah lain juga,” jelas Hasanuddin.

Warga menyambut baik bantuan ini, di tengah kondisi kekeringan yang membuat pasokan air bersih semakin terbatas. Banyak warga berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara rutin. Hasanuddin juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara hemat sesuai kebutuhan, mengingat keterbatasan stok yang harus dibagi ke banyak wilayah.

Sementara itu, koordinasi antara PDAM Nunukan dan BPBD terus berjalan dalam pelaksanaan program distribusi air bersih yang sudah berlangsung beberapa tahun terakhir, sebagai upaya mengatasi krisis air di daerah tersebut. Keterlibatan berbagai instansi dan organisasi masyarakat sangat penting dalam memastikan kebutuhan air bersih bagi warga dapat terpenuhi secara merata dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *