Bukan Hanya Pensiun, Gatot Nurmantyo Akhirnya Buka Suara Soal Pemecatannya oleh Jokowi

Pengakuan Gatot Nurmantyo tentang Intervensi Jabatan dan Pemecatannya sebagai Panglima TNI

Gatot Nurmantyo, mantan Panglima TNI, mengungkapkan bahwa ia menolak permintaan Presiden Joko Widodo untuk menaikkan pangkat seorang perwira menjadi bintang tiga. Alasannya adalah adanya rekam jejak yang tidak bersih dari perwira tersebut. Ia menjelaskan bahwa keputusan ini diambil karena ingin menjaga integritas dan prosedur pengecekan rekam jejak di dalam TNI.

Menurut Gatot, pencopotannya sebagai Panglima TNI merupakan konsekuensi langsung dari sikapnya yang tidak mau menuruti intervensi jabatan dari pihak tertentu. Ia lebih memilih menjaga prinsip dan standar etika di lingkungan militer daripada mengikuti keinginan politik presiden.

Gatot menyampaikan pengakuan ini secara terbuka, meskipun ia menyadari bahwa hal itu bisa membuat Presiden Jokowi marah. Dalam sebuah wawancara, ia menceritakan bagaimana ia dulu diminta oleh Presiden untuk menaikkan pangkat seseorang. Ia kemudian melakukan pemeriksaan terhadap rekam jejak perwira tersebut dan menemukan kesalahan.

Setelah menemukan masalah, ia memberikan lembaran kepada perwira tersebut dan bertanya apakah mereka ingin melanjutkan atau tidak. Ia juga menyarankan agar perwira tersebut melapor melalui jalur yang benar jika tidak setuju dengan keputusannya.

Kemudian, Gatot dipanggil oleh Presiden Jokowi. Menurutnya, perwira tersebut masih nyaman berada di posisinya saat itu, sehingga ia tidak menaikkan pangkatnya. Akibatnya, ia akhirnya diberhentikan dari jabatannya sebagai Panglima TNI.

“Besoknya saya dipanggil (Jokowi), ‘Pak Panglima, dia masih suka di sana.’ ‘Oh iya Pak, nggak apa-apa, Pak. Bagus Pak dia di sana aja.’ Nggak jadi naik bintang tiga dia,” ujar Gatot.

Ia juga mengungkapkan bahwa hal ini terjadi berulang kali hingga akhirnya ia merasa ditendang karena tidak nurut.

Dugaan Pencopotan Karena Nobar Film G30SPKI

Di tahun 2020, Gatot sempat angkat bicara tentang pencopotannya sebagai Panglima TNI pada 2017. Ia menjelaskan bahwa sebelum dilantik, ia telah ditawarkan jabatan tersebut oleh Presiden Jokowi sebanyak tiga kali. Namun, ia menolak karena menilai situasi tidak tepat.

Gatot mengatakan bahwa ia bahkan menyarankan Jokowi agar jabatan tersebut diberikan kepada Marsekal TNI (Purn) Agus Supriatna. Ia juga menceritakan pertemuannya dengan Setya Novanto, Ketua DPR saat itu, yang mengajaknya untuk mencari dukungan sebagai Panglima TNI.

Dalam pertemuan itu, Setnov bertanya mengapa Gatot tidak menemui dirinya untuk meminta dukungan. Gatot menjelaskan alasan penolakannya, dan dua minggu kemudian, Setnov menerima surat dari Jokowi yang menunjuk Gatot sebagai Panglima TNI.

Setelah dilantik, Gatot mengeluarkan surat telegram yang memerintahkan jajaran TNI untuk menyelenggarakan nonton bareng film G30SPKI bersama keluarga dan masyarakat. Hal ini kemudian mendapat peringatan dari seorang sahabatnya, seorang politisi PDIP, yang mengatakan bahwa tindakan tersebut bisa menyebabkan ia dicopot.

Gatot membela tindakannya dengan mengatakan bahwa ia tidak perlu meminta izin dari Presiden atau Menko Polhukam karena perintah tersebut tidak melanggar hukum. Ia juga menegaskan bahwa Presiden sendiri ikut menonton film tersebut di Bogor.

Alasan Mengeluarkan Perintah Nobar Film G30SPKI

Gatot mengungkapkan bahwa alasan utama ia mengeluarkan perintah nobar film G30SPKI adalah untuk mengingatkan prajurit TNI akan sejarah kelam PKI. Ia menilai bahwa ada kebangkitan neo komunisme yang perlu diwaspadai.

Menurutnya, pada 2008, materi pelajaran sejarah tentang G30SPKI dihapus dari sekolah-sekolah. Survei juga menunjukkan bahwa 90% pemuda Indonesia tidak meyakini adanya PKI. Bahkan, ia menceritakan bahwa seorang jenderal TNI yang menjadi stafnya pernah menceritakan bahwa anaknya kuliah di UI tidak tahu siapa DN Aidit.

Gatot menegaskan bahwa perintah nobar film tersebut utamanya ditujukan bagi prajurit muda yang kurang mengetahui sejarah kelam tersebut. Ia yakin bahwa dengan menyetel film, prajurit akan lebih mudah memahami pentingnya sejarah.

Meski begitu, Gatot mengklarifikasi bahwa pencopotannya bukan disebabkan oleh perintah nobar film tersebut. Ia hanya membuka kemungkinan bahwa hal itu bisa saja terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *