Pameran Seni Rupa ArtHey6: Alir Akan Hadir di Banjarnegara
Pameran seni rupa tahunan yang digelar oleh komunitas ArtHey akan hadir kembali di Banjarnegara pada hari Sabtu, 9 Mei 2026. Pameran dengan tema “Alir” ini akan berlangsung di Kopi Sabin yang terletak di belakang Klinik Hasta Bakti, Kita Banjarnegara mulai pukul 19.30 WIB.
Pameran ini merupakan titik keempat dari rangkaian pameran ArtHey6 yang diadakan di wilayah Banyumas Raya. Sebelumnya, titik pertama telah terselenggara pada 18 April 2026 di Soenira Coffee Bar, Kroya – Cilacap. Titik kedua digelar pada 26 April 2026 di Pringzone, Ajibarang – Banyumas, sedangkan titik ketiga diadakan pada 2 Mei 2026 di Kedai Kopi Senja Gurau, Usman Jahatin City Park – Purbalingga.
Gelaran ini menampilkan berbagai karya seni rupa yang bervariasi, mulai dari kriya tradisional seperti batik, wayang, anyaman, sulam, dan ukir hingga medium modern dan kontemporer seperti lukisan, gambar, fotografi, ilustrasi digital, serta instalasi. Di samping itu, pameran juga akan dimeriahkan oleh sesi Sharing Session, Sketch Jamming, dan Mini Exhibition oleh Kolektifun, serta Lapak Jajan oleh Artsy.
Sesi Sharing Session akan menghadirkan Heni Purwono, ketua Tim Ahli Cagar Budaya dari Banjarnegara. Pameran ARTHEY 2026: ALIR tidak hanya menampilkan karya-karya yang secara spesifik mengangkat atau merespons tema aliran Sungai Serayu, tetapi juga bertolak dari konteks sejarah Banyumas secara eksplisit.
Panitia berharap ArtHey6: Alir dapat membuka kesempatan seluas-luasnya untuk menghadirkan metode pembacaan alternatif yang lebih kontekstual dan relevan dalam memahami narasi-narasi atau sejarah-sejarah lokal di wilayah lain yang berpotensi menjadi sarana refleksi bagi publik di Banyumas dalam menyelami sejarah Banyumas itu sendiri.
Titik keempat di Banjarnegara akan menjadi penutup rangkaian pameran yang diadakan di Banyumas Raya. Pada ArtHey5 tahun 2025, panitia mencatat ada total 4.653 orang yang mengunjungi dan mengapresiasi gelaran seni rupa ini.
Karya seni yang dipamerkan telah dikurasi oleh dua kurator asli Banyumas yaitu Rasman Maulana dan Dwi S. Wibowo.
Profil Singkat Kurator Rasman Maulana
Rasman adalah seniman, kurator, dan penulis berbasis di Banyumas. Dia aktif mengolah gagasan tentang ruang alternatif, serta relasi sosial dan budaya dalam praktik seni rupa. Rasman memiliki pengalaman menangani penyusunan konsep pameran, serta penulisan teks kuratorial yang menekankan pendekatan naratif dan sensitivitas terhadap konteks sosial dan budaya lokal.
Ia memiliki ketertarikan pada praktik seni yang berangkat dari keseharian, lokalitas, dan dinamika komunitas, serta terus mengembangkan metode membaca karya yang peka, reflektif, dan berorientasi dialog. Pada Desember 2025, ia mengikuti residensi kurator yang diselenggarakan Manajemen Talenta Nasional (MTN) di Denpasar Bali. Sebagai seniman, ia pernah menggelar pameran tunggal bertajuk “Lelayu” pada Desember 2023 di Purwokerto.
Profil Singkat Kurator Dwi S. Wibowo
Dwi S. adalah kurator, seniman, dan penulis sastra kelahiran Banyumas yang kini berbasis di Bali. Ia memulai karir artistiknya melalui kerja penulisan sastra dengan ketertarikan utama pada genre realisme magis dan korelasinya dengan tragedi dan sejarah di Indonesia.
Pada tahun 2014, ia mengikuti lokakarya kuratorial yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta dan Ruangrupa. Tahun 2019, ia juga mengikuti Lokakarya manajerial seni “APIK” yang diselenggarakan oleh Goethe Institut Jakarta. Sejak 2025, selain mengurasi pameran, ia juga bekerja sebagai seniman.
Saat ini, ia tertarik mendalami riset artistik yang berkaitan dengan tema sejarah dan kolonialisme di Banyumas.






