Persaingan Sengit di BRI Super League 2025/2026
Persaingan menuju gelar juara BRI Super League 2025/2026 semakin memanas menjelang pekan ke-33. Tidak hanya pertarungan di papan atas, tetapi juga persaingan untuk menghindari zona degradasi membuat sisa kompetisi musim ini berjalan sangat menegangkan.
Pertandingan yang menjadi sorotan utama adalah duel antara Persib Bandung dan Borneo FC. Kedua tim sama-sama mengoleksi 75 poin dari 32 pertandingan. Namun, Persib masih memimpin klasemen sementara karena unggul head to head atas Pesut Etam. Pekan ke-33 bisa menjadi momen penting bagi Maung Bandung untuk mengunci gelar juara lebih cepat. Namun, jalan yang harus dilewati tidak mudah karena mereka akan bertandang ke markas PSM Makassar di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, Minggu (17/5) malam WIB.
PSM Makassar dikenal sebagai tim yang sulit dikalahkan saat bermain di kandang sendiri. Atmosfer suporter dan tekanan pertandingan dipastikan membuat laga berjalan panas sejak menit awal. Apalagi PSM juga masih ingin menutup musim dengan posisi terbaik di klasemen akhir.
Di sisi lain, Borneo FC juga menjalani partai tandang yang tidak kalah berat. Tim asal Samarinda itu akan menghadapi Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini pada hari dan jam yang sama dengan pertandingan PSM kontra Persib.
Situasi ini membuat persaingan juara semakin menarik. Jika Persib mampu menang sementara Borneo FC gagal meraih poin penuh, gelar juara dipastikan menjadi milik tim asuhan Bojan Hodak. Namun jika kedua tim sama-sama menang, penentuan juara kemungkinan berlanjut hingga pekan terakhir kompetisi. Hal itu tentu membuat tensi persaingan semakin tinggi karena margin kesalahan makin kecil.
Drama Zona Degradasi
Tak hanya papan atas, perhatian publik juga tertuju pada pertarungan menghindari degradasi. Hingga pekan ke-32, baru PSBS Biak dan Semen Padang yang dipastikan turun kasta. Satu slot degradasi tersisa kini diperebutkan oleh Persis Solo dan Madura United.
Persis berada dalam tekanan besar karena harus menghadapi Dewa United di Stadion Manahan, Sabtu (16/5). Kekalahan bisa langsung membuat Laskar Sambernyawa turun ke Liga 2 musim depan. Meski begitu, kemenangan pun belum tentu menyelamatkan Persis. Nasib mereka juga bergantung pada hasil Madura United yang akan menghadapi PSIM sehari setelahnya.
Madura United saat ini sedikit lebih aman karena unggul empat poin dari Persis. Jika Laskar Sape Kerrap mampu menang atas PSIM, Persis dipastikan terdegradasi apa pun hasil yang mereka dapatkan sebelumnya.
Situasi tersebut membuat pekan ke-33 diprediksi berlangsung penuh tekanan untuk sejumlah tim. Persaingan tidak hanya soal gengsi, tetapi juga masa depan klub di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Laga Menarik di Pekan Ke-33
Selain duel panas di papan atas dan bawah, pekan ini juga menghadirkan sejumlah laga menarik lainnya. Persija Jakarta akan bertandang ke markas Persik Kediri, sementara Persebaya Surabaya dijadwalkan melawan Semen Padang.
Malut United juga akan menjamu Persita dalam pertandingan yang diperkirakan berlangsung ketat. Sementara Bali United menghadapi Bhayangkara FC pada Minggu (17/5) sore.
Atmosfer kompetisi musim ini memang terasa berbeda karena persaingan berlangsung hingga akhir musim. Baik perebutan gelar juara maupun zona degradasi masih belum benar-benar aman bagi sejumlah tim.
Para suporter pun dipastikan menantikan akhir pekan yang penuh drama, terutama duel PSM Makassar kontra Persib Bandung dan Persijap Jepara melawan Borneo FC yang berpotensi menentukan arah perebutan gelar musim ini. Dengan hanya dua pekan tersisa, setiap poin kini menjadi sangat berharga. Kesalahan kecil saja bisa mengubah posisi klasemen secara drastis dan menentukan nasib klub di akhir musim.





