BERITA  

Sapi 967 Kg Lolos Seleksi Hewan Kurban Presiden

Peternak Kebumen dan Batang Berbahagia, Sapi Mereka Dipilih sebagai Hewan Kurban Presiden

Peternak sapi asal Nagasari, Desa Ayamputih, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, Yahono (44) merasa bersyukur karena sapi Peranakan Ongole (PO) miliknya berhasil lolos dalam pengadaan hewan kurban bantuan dari Presiden Prabowo Subianto untuk Iduladha 1447 Hijriah.

Sapi lokal Kabupaten Kebumen ini telah lolos untuk pengadaan hewan kurban setelah melalui uji laboratorium. Di sisi lain, sapi tersebut juga telah divaksin untuk mencegah penularan penyakit. Sapi dengan tinggi sekitar 170 cm ini merupakan galur sapi PO Kebumen.

Yahono menyampaikan bahwa sapi yang diberi nama Brama memiliki berat 967 kilogram. Ia menjelaskan bahwa sapi peranakan lokal ini telah dipelihara selama lima tahun. Awalnya, ia tidak begitu berharap bahwa Brama akan dijadikan sebagai sapi kurban dari presiden.

Dia hanya mendaftarkan Brama untuk mengikuti seleksi pengadaan hewan kurban dari presiden ke Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) Kebumen. Setelah melalui tahap pemeriksaan kesehatan dan uji laboratorium, akhirnya sapi tersebut lolos untuk pengadaan hewan kurban dari presiden.

“Ikut seleksi baru pertama ini, tahun kemarin bobot masih jauh, kami tidak ikut,” kata Yahono saat ditemui Tribun Jateng di kandang sapinya, Senin (11/5/2026).

Saat ditanya soal harga, dia mengungkapkan bahwa sapi tersebut terjual dengan harga di bawah Rp 100 juta. Menurutnya, tidak ada perawatan khusus terhadap sapi itu, hanya saja untuk penggemukan masih menggunakan pakan alami dari rumput.

Setelah lolos untuk hewan kurban, dia memberikan perawatan ekstra baik, termasuk kebersihan kandang dan pakan. Dia rutin melakukan penyemprotan desinfektan di kandang sebulan sekali.

“Kami jagalah, namanya udah deal di presiden, ya khususlah, kasih makannya tambah,” imbuhnya.

Peternak Batang Juga Ikut serta dalam Pengadaan Hewan Kurban

Di sisi lain, di Kabupaten Batang, peternak asal Kecamatan Reban berhasil memasok sapi kurban berbobot jumbo untuk Presiden Prabowo pada Iduladha tahun ini. Sapi berbobot sekitar 900 kilogram tersebut merupakan milik peternak bernama Sugeng dan saat ini telah melalui proses penawaran harga bersama pihak Sekretariat Presiden (Setpres).

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang, M Arief Edyanto mengatakan bahwa proses penetapan sapi kurban Presiden sudah berjalan dan telah terjadi kesepakatan harga antara peternak dengan pihak yang ditunjuk dari Kepresidenan. “Kemarin diadakan penawaran harga dari peternak kepada Setpres yang didelegasi dari Kepresidenan dan sudah terjadi kesepakatan harga,” kata Arief, Senin.

Arief menjelaskan bahwa sapi berbobot sekitar 900 kilogram itu rencananya akan disalurkan ke masjid di wilayah Lebo, Kecamatan Gringsing, Batang. Menurut Arief, harga sapi berbobot besar memang memiliki nilai jual lebih tinggi dibanding sapi biasa. Untuk sapi dengan bobot di atas 500 kilogram, harga per kilogramnya dapat mencapai Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu. Sementara untuk sapi lokal dengan ukuran standar, harga pasar saat ini berada di kisaran Rp 70 ribuan per kilogram hidup.

“Itu juga sudah naik dibanding hari biasa karena fenomena Iduladha memang biasanya ada kenaikan harga,” ungkapnya.

Arief menambahkan bahwa sapi pilihan Presiden tersebut merupakan hasil persilangan beberapa jenis unggulan. Secara fisik, sapi itu memiliki ciri kepala menyerupai Simmental dan warna tubuh cenderung cokelat gelap seperti Charolais. “Jenisnya multi-breeding. Kepalanya Simmental, warnanya Charolais. Jadi perpaduan beberapa jenis. Biasanya silangan PO dengan Simmental, PO dengan Limousin atau Charolais,” tuturnya.

Ia menyebut sapi jenis PO justru memiliki harga yang cenderung lebih mahal karena banyak diminati untuk kebutuhan kurban.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *