BDC Persipura Bantah Keterlibatan dalam Kericuhan, Minta Evaluasi Wasit oleh Komdis PSSI

Pernyataan Resmi BDC Persipura Terkait Kericuhan Pasca-Laga

Ketua Umum Black Danger Community (BDC) Persipura, John Ungirwallu, memberikan pernyataan resmi terkait kericuhan yang terjadi usai laga play off promosi Liga 2 Pegadaian musim 2025/2026 antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe. Ia menegaskan bahwa organisasi suporter resmi tidak terlibat dalam aksi anarkis yang terjadi.

Menurut John, BDC Persipura sebagai elemen resmi suporter tidak memiliki keterlibatan dalam tindakan anarkis tersebut. Ia juga menyampaikan penolakan terhadap tindakan yang merusak sportivitas dan fair play dalam sepak bola.

Tanggung Jawab BDC Persipura

John menekankan bahwa BDC Persipura selama kompetisi Liga 2 musim 2025/2026 berlangsung di Stadion Lukas Enembe, selalu berupaya menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan pertandingan. Menurutnya, tugas utama komunitas suporter resmi adalah memberikan dukungan positif kepada tim, bukan melakukan tindakan yang merugikan klub maupun masyarakat.

“Kami tahu Persipura adalah simbol harkat dan martabat masyarakat Papua sehingga kewajiban kami sebagai komunitas resmi adalah menjaga ketertiban dan kenyamanan selama pertandingan berlangsung,” ujarnya.

Peristiwa Kericuhan

BDC Persipura menyampaikan rasa prihatin mendalam kepada seluruh korban yang terdampak dalam insiden tersebut. Mereka mengutuk keras tindakan oknum-oknum yang dinilai tidak menjunjung tinggi nilai sportivitas dan fair play dalam sepak bola.

Selain itu, BDC Persipura meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas pihak-pihak yang diduga menjadi dalang kericuhan dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.

“Kami meminta pihak berwajib mengusut tuntas dan mengungkap dalang dari semua peristiwa ini serta memprosesnya sesuai hukum yang berlaku,” tegas John.

Dukungan untuk Banding Persipura

Dalam kesempatan itu, BDC Persipura juga menyatakan dukungan penuh kepada Manajer Persipura Jayapura, Owen Rahadian, bersama tim hukum Persipura dalam upaya banding terhadap keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. BDC berharap proses banding dapat memberikan keadilan bagi Persipura Jayapura yang dinilai menjadi pihak yang dirugikan dalam pertandingan tersebut.

Penilaian terhadap Wasit

Tidak hanya itu, BDC Persipura turut menyoroti kepemimpinan wasit Asker Nadjafaliev asal Uzbekistan yang dianggap memicu kekecewaan besar para pendukung Persipura. Menurut John, sejumlah pelanggaran yang terjadi di lapangan justru diabaikan oleh wasit sehingga memancing emosi dan kemarahan penonton di Stadion Lukas Enembe.

BDC Persipura meminta PSSI tidak hanya fokus terhadap kericuhan yang terjadi, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas kepemimpinan wasit dalam pertandingan tersebut. “Kami meminta PSSI melalui Komdis agar tidak hanya fokus pada kericuhan, tetapi juga mengadvokasi kepemimpinan wasit yang dianggap kurang fair play sehingga menyebabkan kemarahan seluruh suporter Persipura,” katanya.

Harapan dan Komitmen

Karena itu, BDC Persipura berharap Komdis PSSI dapat mempertimbangkan kembali sanksi terhadap Persipura Jayapura dengan melihat akar persoalan yang terjadi di lapangan. John kembali menegaskan bahwa empat elemen resmi suporter Persipura sama sekali tidak memiliki keterlibatan maupun rencana dalam aksi kericuhan tersebut.

Menurutnya, seluruh elemen suporter resmi tetap berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada Persipura Jayapura dalam setiap pertandingan. “Pernyataan sikap ini menjadi bukti dan informasi kami kepada manajemen Persipura, Komdis PSSI, dan seluruh masyarakat Papua,” tandas John.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *