SURABAYA – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) resmi menjalin kerja sama dengan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur untuk membuka jalur prestasi kepramukaan sekaligus memperkuat kompetensi generasi muda di era digital.
Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan pada Selasa (19/5/2026), bertepatan dengan peluncuran Program Ketahanan Pramuka Jatim. Dalam kegiatan itu juga dilakukan penyerahan bibit kelapa pandan wangi serta 1.965 pohon pisang emas kirana sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.
Rektor Tri Yogi Yuwono menegaskan, Pramuka saat ini tidak cukup hanya memiliki kemampuan dasar kepanduan. Menurutnya, anggota Pramuka juga harus dibekali keterampilan teknologi agar mampu bersaing di tingkat global.
“Karakter kepanduan harus dipadukan dengan digital skill. Kami ingin mencetak generasi ‘Digital Scout’ yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia modern,” ujarnya.
Melalui kerja sama ini, Unusa juga membuka peluang lebih luas bagi anggota Pramuka berprestasi untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi kepramukaan.
“Mahasiswa nantinya juga memiliki kesempatan mengikuti perkuliahan kolaboratif dengan perguruan tinggi lain seperti ITS maupun Unair,” ungkapnya.
Tri Yogi turut memotivasi para pelajar Pramuka agar tidak minder meski berasal dari daerah. Menurutnya, persaingan generasi muda saat ini sudah bersifat global dan membutuhkan penguasaan teknologi serta integritas yang kuat.
“Syarat sukses hanya tiga, punya integritas, menguasai teknologi, dan tidak pernah berhenti belajar,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Kwarda Pramuka Jatim Arum Sabil menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menilai kerja sama ini sejalan dengan visi Pramuka Produktif, Adaptif, dan Berdampak.
Saat ini, Pramuka Jatim memiliki sekitar 3,4 juta anggota aktif yang tersebar di 38 kabupaten/kota. Jaringan besar tersebut dinilai menjadi kekuatan penting dalam mendukung program pendidikan, kesehatan mental, pemberdayaan ekonomi, hingga pelestarian lingkungan.
“Pramuka harus menjadi rumah besar pembentukan karakter generasi muda yang sehat mental, cerdas, dan siap menjadi pemimpin masa depan,” tandasnya.






