Pertamina NRE Kini Tancapkan Energi Surya di Bangladesh

Ekspansi Bisnis Energi Hijau Pertamina NRE ke Bangladesh

Pertamina NRE, yang telah mencatatkan pengembangan proyek energi terbarukan di Filipina, kini memperluas cakupan bisnisnya dengan menargetkan pasar Bangladesh. Langkah ini dilakukan melalui penjajakan pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), sekaligus mendukung percepatan transisi energi di negara tersebut.

Ekspansi ini menjadi bagian dari strategi Pertamina NRE dalam memperkuat bisnis energi baru dan terbarukan di tingkat internasional. Di tengah meningkatnya kebutuhan akan energi bersih global dan dorongan menuju target Net Zero Emission, langkah ini sangat penting untuk memperkuat posisi perusahaan dalam industri energi berkelanjutan.

Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis, menyatakan bahwa pengembangan proyek energi hijau di Bangladesh memiliki potensi besar dalam memperluas jejak internasional perusahaan. Sebelumnya, Pertamina NRE telah memiliki kapasitas instalasi terpasang lebih dari 1 GWp di Filipina dan terus berkembang dengan target mencapai 2,6 GWp pada akhir tahun ini.

“Pencapaian konkret tersebut menjadi modal penting bagi Pertamina NRE untuk mengembangkan proyek serupa di Bangladesh,” ujar John Anis dalam keterangannya.

Pengembangan proyek ini dijajaki bersama Copenhagen Urban Solar Parks BD Ltd (CUSP), sebuah perusahaan di sektor energi surya di Bangladesh. Kerja sama ini dilakukan melalui MoU, yang akan membuka peluang investasi dan pengembangan proyek energi terbarukan. Termasuk juga potensi kerja sama operasi dan pemeliharaan (operation and maintenance/O&M) pembangkit listrik tenaga surya.

Selain itu, kerja sama juga mencakup studi kelayakan yang mencakup aspek teknis, pasar, bisnis, lingkungan, hukum, serta risiko proyek. Pertukaran teknologi dan pengetahuan terkait energi terbarukan juga menjadi bagian dari penjajakan tersebut.

John Anis menilai bahwa pengembangan bisnis energi hijau di Bangladesh merupakan langkah strategis di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. “Di tengah situasi global yang penuh dengan ketidakpastian, kolaborasi ini menjadi momentum penting dan langkah strategis bagi pengembangan bisnis energi terbarukan di Indonesia sekaligus mendukung kebutuhan energi bersih yang berkelanjutan di Bangladesh,” katanya.

Sementara itu, Chairman CUSP, Ziaur Rahman, menyebut kolaborasi dengan Pertamina NRE sebagai kesempatan untuk menciptakan sinergi lebih luas dalam pengembangan energi surya di Bangladesh. “Kami menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk menghadirkan solusi energi bersih yang inovatif, efisien, dan berdampak positif bagi pembangunan berkelanjutan di Bangladesh,” ujarnya.

Dukungan terhadap kolaborasi ini juga datang dari pemerintah. Direktur Investasi dan Ekonomi Kreatif Kementerian Luar Negeri RI, Roy Wahab, menilai kerja sama antara Pertamina NRE dan CUSP mencerminkan semakin eratnya hubungan ekonomi Indonesia dan Bangladesh, khususnya dalam sektor investasi hijau dan energi berkelanjutan.

“Kemitraan ini mencerminkan eratnya hubungan bilateral kedua negara, khususnya dalam mendorong investasi hijau dan pengembangan energi berkelanjutan. Saling berbagi pengetahuan dan pengalaman tentu akan memberikan manfaat bagi kedua negara,” kata Roy.

Melalui pengembangan proyek energi surya tersebut, Pertamina NRE dan CUSP berharap dapat mendorong investasi hijau, memperkuat ketahanan energi, sekaligus mendukung upaya percepatan transisi energi global dan target Net Zero Emission Indonesia 2060.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *