Anthony dan Jonatan Gabungkan Kekuatan



Pemain tunggal putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah, menunjukkan penampilan yang mengundang pujian meskipun hasilnya belum mencapai target. Meski gagal meraih gelar juara dalam turnamen Malaysia Masters 2026, performa Ubed di perempat final turut mendapat apresiasi dari banyak pihak.

Pada pertandingan yang digelar di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Jumat (23/5/2026), Ubed harus mengakui keunggulan Christo Popov, unggulan kedua asal Prancis. Pemain berusia 18 tahun itu kalah dua gim langsung dengan skor 21-23 dan 19-21. Meski demikian, kekalahan tersebut tidak sepenuhnya menyedihkan karena Ubed sempat memimpin di awal pertandingan sebelum Popov berhasil membalikkan situasi setelah interval.

Pertandingan terasa sangat ketat hingga akhir. Popov, yang berperingkat empat dunia, lebih mampu menguasai situasi genting untuk mengunci kemenangan. Setelah pertandingan, Popov memberikan pujian kepada Ubed, mengakui bahwa pemain muda Indonesia ini memiliki potensi besar.

“Dia pemain yang sangat bagus. Saya tidak tahu usianya berapa, tetapi saya rasa dia masih sangat muda,” ujar Popov. Ubed akan berulang tahun yang ke-19 pada 26 Juni mendatang. Di usia yang belum genap 20 tahun, pemain asal Sampang ini telah berhasil meraih trofi hingga level Super 300.

Kesuksesan ini diraihnya awal tahun ini ketika menjuarai Thailand Masters. Popov secara khusus menyoroti kemampuan Ubed dalam mematikan lawan dengan tembakannya dan kecepatannya untuk mengawal bidang permainan. Ia bahkan membandingkan Ubed dengan dua bintang Indonesia lainnya, Anthony Ginting dan Jonatan Christie.

“Dia punya kill yang bagus, sejujurnya, dan kecepatan, yang mengingatkan saya akan Anthony Ginting dan Jonatan Christie, gabungan dari keduanya,” kata Popov. “Jadi dia pemain yang sangat bagus.”

Sementara itu, Ubed tetap melihat sisi positif dari penampilannya sepanjang Malaysia Masters 2026. Ia mampu melaju hingga delapan besar dengan mengalahkan lawan-lawan yang lebih diunggulkan. Termasuk mengalahkan Lakshya Sen (India) dan mencetak revans atas Jeon Hyeok-jin (Korea Selatan).

Mengenai pertandingannya melawan Popov, Ubed merasa sudah bisa menjalankan strategi dengan baik walau kurang tenang di akhir. “Tadi sempat unggul, tapi mendekati akhir dia bisa lebih tenang mengontrol permainan,” ujar Ubed melalui PBSI. “Setelah pertandingan ketat, dia lebih kuat pikirannya dengan pengalaman yang dia punya.”

“Ini pelajaran yang sangat berharga buat saya. Banyak yang bisa dipelajari untuk ke depan, terutama bagaimana mengatur mental dan pikiran di laga-laga ketat.” Ubed juga mengakui bahwa performa di Thailand belum maksimal, tetapi ia merasa penampilannya di Malaysia lebih baik. “Secara pencapaian juga melebihi, jadi saya bersyukur.”

Ubed memiliki waktu istirahat selama satu pekan sebelum bersiap untuk Indonesia Open 2026 pada 2-7 Juni 2026 di Istora Senayan, Jakarta. Saat ini, ia masih menempati urutan kedua dalam daftar tunggu alias kontestan cadangan pada ajang yang bisa menandai debutnya di level Super 1000.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *