Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban di Kotim Menjelang Iduladha
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotawaringin Timur (Kotim) telah memulai pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Tujuan utama dari pemeriksaan ini adalah memastikan bahwa hewan yang akan disembelih dalam kondisi sehat, layak, dan aman untuk dikonsumsi.
Pemeriksaan dilakukan di berbagai penampungan sapi dan kambing yang tersebar di wilayah Kotim. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh hewan kurban yang berkualitas dan sesuai dengan standar kesehatan.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPKP Kotim, drh. Endrayatno, menjelaskan bahwa pemeriksaan kali ini merupakan tahapan antemortem atau pemeriksaan sebelum hewan dipotong. Ia menyampaikan bahwa proses ini bertujuan untuk memastikan hewan tersebut aman, sehat, utuh, dan halal atau disebut dengan istilah ASUH.
- Proses pemeriksaan melibatkan pengecekan kondisi fisik dan kesehatan umum hewan.
- Mulai dari kondisi mata, telinga, ekor hingga usia hewan.
- Untuk sapi, pastikan usianya di atas satu setengah tahun agar layak untuk dikurbankan.
- Juga diperiksa apakah ada cacat fisik pada hewan.
Selain itu, petugas juga memastikan hewan dalam kondisi sehat dengan melihat nafsu makannya, kondisi bulu, serta aktivitas hewan. Pemeriksaan dilakukan oleh 20 petugas, termasuk empat dokter hewan yang dibagi menjadi enam tim dan disebar ke sejumlah lokasi penampungan, termasuk di luar Kota Sampit.
“Pemeriksaan biasanya memerlukan waktu dua sampai tiga hari karena jumlah hewan cukup banyak dan terkendala cuaca,” jelasnya.
Berdasarkan data sementara, jumlah sapi kurban yang masuk ke Kotim mencapai sekitar 1.900 ekor. Jumlah tersebut diperkirakan masih bertambah karena masih ada pengiriman ternak yang dalam perjalanan. Sementara itu, jumlah kambing tercatat sekitar 600 ekor dan domba sekitar 50 hingga 60 ekor.
“Kalau kebutuhan di Kotim sekitar 1.100 ekor sapi, jadi untuk tahun ini sangat mencukupi,” ungkapnya.
Menurut Endrayatno, sebagian besar sapi didatangkan dari Sulawesi dan Jawa Timur. Hewan-hewan tersebut masuk melalui Pelabuhan Sampit maupun Banjarmasin sebelum didistribusikan ke penampungan.
Saat ini terdapat 55 titik penampungan hewan kurban yang tersebar di Kotim. Selain pemeriksaan sebelum penyembelihan, DPKP Kotim juga akan melakukan pemeriksaan postmortem saat Iduladha hingga sehari setelahnya. Pemeriksaan itu dilakukan terhadap daging dan jeroan hewan kurban.
- Jika ditemukan seperti cacing hati, bagian yang terinfeksi akan disingkirkan.
Ia menambahkan, penyakit yang paling diwaspadai tahun ini adalah antraks karena dapat menular ke manusia. “Namun sejauh ini belum pernah ditemukan kasus antraks pada hewan kurban di Kotim,” tandasnya.




