JAKARTA — Di tengah dominasi tren global dan merek besar, brand fesyen dan kecantikan lokal yang independen justru semakin mendapatkan tempat di hati konsumen Indonesia. Produk-produk dengan identitas kuat, konsep autentik, hingga pendekatan yang lebih personal kini menjadi incaran banyak kalangan. Fenomena ini terlihat dari semakin menjamurnya label-label lokal di berbagai marketplace, media sosial, hingga pameran kreatif yang berhasil menarik perhatian anak muda.
Founder Hanifa Ambadar The Beauty, Fashion, dan Fragrance Festival (BFF Festival) menyampaikan bahwa minat masyarakat terhadap brand indie di sektor fesyen, kecantikan, dan parfum memang terus meningkat. Menurutnya, ada beberapa faktor yang membuat konsumen kini semakin tertarik untuk mencoba produk-produk dari brand independen.
“Pertama, karena brand-brand indie itu bagus-bagus. Kedua, memberikan price point yang lebih affordable daripada banyak brand internasional,” katanya di Jakarta, Kamis, (21/5/2026).
Selain itu, alasan ketiga adalah membeli produk dari brand indie dinilai mampu menghadirkan pengalaman yang lebih personal bagi konsumen. Kedekatan dengan cerita di balik brand, mulai dari sosok pendiri, proses perjuangan membangun usaha, hingga perjalanan yang dibagikan melalui media sosial, membuat konsumen merasa lebih terhubung secara emosional sehingga terdorong untuk ikut mendukung dengan membeli produknya.
“Sekarang kita bukan cuma beli produk, tetapi juga beli satu movement gitu, beli experience, kita support brand lokal dan sebagainya,” imbuhnya.
Hani mengatakan BFF Festival tahun ini bakal kembali menghadirkan beragam brand lokal dari sektor kecantikan, fesyen, dan parfum. Tidak hanya brand yang telah memiliki nama besar, festival tersebut juga membuka ruang bagi brand indie dan pelaku usaha baru untuk tampil di hadapan publik.
Menurut Hani, proses pemilihan peserta dilakukan melalui open submission yang kemudian dilanjutkan dengan tahap kurasi. Hasilnya, sekitar 200 brand beauty, fashion, dan fragrance terpilih akan tampil dalam pameran tahun ini.
Beberapa brand tersebut misalnya Make Over, Avoskin, dan ESQA di kategori kecantikan, Etre dan Maison Garnet di sektor wewangian, hingga IKYK, Ria Miranda, dan Buttonscarves dari ranah fesyen dan masih banyak lagi yang akan hadir dalam pameran tersebut.
“Target pengunjung tahun ini sekitar 30.000 orang. Tahun lalu jumlah pengunjung mencapai 20 ribu orang. Harapannya, karena durasi acara lebih panjang dan nama BFF kini semakin dikenal, jumlah pengunjung bisa meningkat,” tuturnya.
BFF Festival akan berlangsung pada 28–31 Mei 2026 di Jakarta International Convention Center Hall B. Acara ini tidak hanya menghadirkan pameran, tetapi juga berbagai program pendukung yang dirancang untuk memberikan pengalaman interaktif bagi pengunjung.
Sejumlah agenda menarik turut disiapkan, mulai dari trunk show yang memadukan narasi fesyen dan kecantikan, workshop interaktif, hingga diskusi panel bersama pelaku industri. Festival ini juga membuka peluang networking antara brand, kreator, dan konsumen, serta dimeriahkan penampilan hiburan dari HIVI!, Sivia Azizah, dan Rapot.






