BISNIS  

PLN NP dan Mitsubishi Power Perkuat Keandalan Pembangkit di Era Transisi Energi

Teks Foto : Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN Nusantara Power, Komang Parmita, saat menyampaikan paparan dalam seminar kolaborasi PLN NP dan Mitsubishi Power di Surabaya terkait penguatan keandalan pembangkit termal di era transisi energi. (ist)

JAKARTA – PT PLN Nusantara Power (PLN NP) terus memperkuat keandalan dan fleksibilitas pembangkit listrik termal guna mendukung percepatan transisi energi nasional. Komitmen tersebut menjadi fokus utama dalam seminar dan focus group discussion (FGD) kolaborasi bersama Mitsubishi Power yang digelar di Surabaya pada 20-21 Mei 2026.

Kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan sektor pembangkitan, mulai dari PLN, PLN Nusantara Power, PLN Indonesia Power, hingga Mitsubishi Power Group. Forum tersebut melibatkan engineer, manufaktur, penyedia teknologi, serta praktisi operasi dan pemeliharaan pembangkit untuk berdiskusi dan berbagi pengetahuan terkait inovasi teknis dan operasional pembangkit listrik.

Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN Nusantara Power, Komang Parmita, mengatakan transisi energi telah mengubah pola operasi sistem kelistrikan. Dengan semakin besarnya penetrasi energi baru terbarukan (EBT), sistem ketenagalistrikan dituntut semakin fleksibel dalam merespons fluktuasi pasokan dan kebutuhan listrik.

“Di era transisi energi, pembangkit listrik termal tidak lagi hanya berperan sebagai pembangkit baseload konvensional. Pembangkit termal harus berevolusi menjadi aset yang fleksibel, andal, dan mampu mendukung stabilitas sistem kelistrikan nasional,” ujar Komang.

Ia menambahkan, keandalan dan fleksibilitas operasional kini menjadi faktor utama dalam menjaga ketahanan energi nasional. Menurutnya, pembangkit termal tetap memegang peran penting untuk memastikan stabilitas sistem kelistrikan, terutama saat menghadapi variabilitas pasokan dari pembangkit energi terbarukan.

“Keberhasilan transisi energi tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat kita membangun pembangkit energi terbarukan, tetapi juga oleh seberapa kuat kita menjaga keandalan, fleksibilitas, dan resiliensi sistem kelistrikan yang sudah ada. Dalam hal ini, operational excellence menjadi fondasi yang sangat penting,” tambahnya.

Seminar diawali dengan diskusi panel yang menghadirkan para pemimpin dan pakar sektor pembangkitan listrik Indonesia. Diskusi membahas berbagai isu strategis mulai dari peran pembangkit termal di era transisi energi, peningkatan operational excellence, pengembangan teknologi, keandalan aset, hingga pentingnya kolaborasi dalam menjaga keandalan sistem ketenagalistrikan nasional.

Melalui forum tersebut, PLN NP berharap dapat memperkuat penerapan best practice, meningkatkan keandalan operasi pembangkit, serta melahirkan inovasi konkret yang dapat diterapkan di lingkungan PLN Group.

PLN NP menilai penguasaan teknologi saja belum cukup untuk menghadapi tantangan operasional di era transisi energi. Dibutuhkan kolaborasi erat antara utilitas, manufaktur, engineer, dan penyedia teknologi untuk mempercepat transformasi operasional pembangkit listrik nasional.

PLN NP juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pembicara, panelis, engineer, dan mitra yang telah berkontribusi dalam seminar tersebut. Forum ini diharapkan menghasilkan berbagai rekomendasi dan inovasi strategis guna memperkuat ekosistem pembangkitan nasional yang lebih andal, fleksibel, dan berkelanjutan.