BERITA  

Kabar Duka: Pendiri PAN Abdillah Toha Tutup Usia, Ini Profilnya

Kabar Duka: Abdillah Toha, Pendiri PAN Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari dunia politik Indonesia. Salah satu pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Abdillah Toha, meninggal dunia pada Selasa (26/5/2026). Ia menghembuskan napas terakhirnya di usia 84 tahun. Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Ketua PAN Zulkifli Hasan, Hatta Rajasa hingga Quraish Shihab di rumah duka menunjukkan penghormatan atas perjuangan dan kontribusi yang telah ia berikan.

Profil Singkat Abdillah Toha

Abdillah Toha adalah seorang politisi sekaligus salah satu pendiri Partai Amanat Nasional (PAN). Ia pernah menjadi anggota DPR RI periode 2004-2009 dengan daerah pemilihan Partai Amanat Nasional (PAN). Lahir di Solo, Jawa Tengah, Indonesia, pada 29 April 1942, ia menempuh pendidikan menengah di SMEAN II Solo. Setelah itu, ia melanjutkan studi hingga meraih gelar Sarjana Ekonomi di Universitas Gajah Mada.

Selain itu, Abdillah juga memperdalam pengetahuan di bidang ekonomi dengan meraih gelar Sarjana Jurusan Commerce di Faculty of Economics and Commerce, University of Western Australia. Pendidikannya di sana dilalui bersamaan dengan Gubernur Bank Indonesia, Prof. Dr Boediono, yang lulus pada jurusan Ekonomi di universitas yang sama pada tahun 1966.

Setelah menyelesaikan studinya, Abdillah mengajar mata pelajaran Operations Research dan melakukan riset marketing di fakultas yang sama. Selain itu, ia juga merupakan alumnus Asia Pacific Center for Security Studies (APC-SS) di Honolulu, Hawai.

Perjalanan Politik Abdillah Toha

Pada tahun 1998, saat terjadi gerakan reformasi dan setelah turunnya Soeharto, Abdillah bersama Amien Rais mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN). Ia menjadi salah satu formatir pertama dan ketua DPP PAN. Selain itu, ia pernah menjabat sebagai anggota Majlis Penasihat Partai.

Sebagai anggota DPR, Abdillah duduk di Komisi 1 DPR dan menjabat sebagai Ketua Fraksi PAN. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI dan Vice President Executive Committee dari Inter-Parliamentary Union (IPU) yang berkantor pusat di Jenewa, Swiss.

Pada Pilpres 2019, Abdillah Toha menyatakan dukungannya kepada Jokowi-Ma’aruf sebagai presiden. Selain itu, ia juga memberikan dukungan pada Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ia mengaku telah mempelajari latar belakang, karakter, akhlak, kecerdasan, dan rekam jejak para politikus PSI.

Pada 18 Januari 2020, ia meminta Amien Rais, yang juga merupakan pendiri dan Ketua Dewan Kehormatan PAN, untuk tidak ikut campur dalam Kongres PAN mendatang. Kongres PAN rencananya akan digelar di Sulawesi Tenggara pada 12 Februari 2020. Abdillah meminta Amien untuk tidak mengintervensi pelaksanaan kongres, terutama pemilihan ketua umum. Menurut dia, sudah waktunya bagi Amien Rais untuk membiarkan pelaksanaan Kongres PAN berjalan tanpa tekanan dari dirinya. Sebaliknya, PAN juga diminta untuk tidak mengalami ketergantungan terhadap sosok Amien.

Pengalaman Karier Abdillah Toha

Pengalaman kerja Abdillah Toha sangat beragam. Ia pernah menjabat Assistant Manager Bank of Amerika, Managing Director Touche Ross Indonesia, Chief Executive Officer (CEO) Jan Darmadi Corporation, President Direktur Investrade Group, serta Managing Director Setdco Group.

Selain itu, Abdillah mendirikan sekaligus menjabat Komisaris Utama Kelompok Penerbit Mizan. Ia juga mendirikan dan menjabat Direktur Utama Baraka Group, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang property, trading, dan management consultancy.

Aktivitas Sosial dan Organisasi

Abdillah Toha aktif dalam berbagai organisasi. Saat mahasiswa, ia aktif sebagai pengurus HMI. Ia juga menjadi pengurus ICMI, pengurus Ikatan Financial Executive Indonesia (IFEI), dan ketua Australia Indonesia Association.

Selain itu, Abdillah juga salah seorang pendiri dan anggota Dewan Pembina Yayasan Paramadina. Ia juga aktif sebagai Executive Director Institute for Socio-Economic and Political Studies (In-SEP), pendiri dan pengurus kelompok Pusat Pengembangan Agribisnis, serta pendiri dan pengurus Yayasan Rumah Sakit Mata AINI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *