Aktivitas Transaksi Kulit Sapi Kurban di Jalan Kolonel Sugiono, Banjarmasin
Di sisi Jalan Kolonol Sugiono, Banjarmasin, Kalsel, aktivitas transaksi kulit sapi kurban menjadi fokus utama pada Jumat (29/5/2026). Berbagai pikap panitia kurban datang bergantian dari berbagai sudut kota. Mereka sibuk menimbang dan menyerahkan kulit sapi ke pengepul yang berada di lokasi tersebut.
Kulit segar sapi diberi harga Rp 5.000 per kilogram. Hari itu menjadi batas terakhir penerimaan hingga malam pukul 22.00 Wita. Sejak dibuka usai salat Iduladha 1447 H, Rabu (27/5/2026), lapak pengepul ramai terutama di hari pertama, bahkan nyaris menutup badan jalan karena volume kulit yang menumpuk.
“Pengumpulan kulit sapi kurban ini mulai hari H, itu sampai tiga hari, kemarin hari Rabu lebaran, sekarang jumat terakhir,” kata Pak Asik, pengepul kulit sapi kurban di Jalan Kolonel Sugiono.
Meski diakui kulit sapi penuh sesak di hari pertama, Pak Asik menyebut terjadi penyusutan. Tahun sebelumnya Pak Asik bisa menerima hingga 35 ton kulit sapi, sementara tahun ini hanya sekitar 20 ton. Kulit-kulit sapi tersebut selanjutnya diambil pengepul besar untuk dibawa ke gudang pengolahan di kawasan Trikora, Banjarbaru.
“Terjadi penyusutan tahun ini. Untuk tahun ini hampir 20 ton lebih aja, ini akan dibawa ke gudang dikasih garam mungkin dalam waktu seminggu kemudian akan dikirim ke Jakarta. Gudangnya ada di Trikora Banjarbaru,” tutur Pak Asik.
Manfaat Kulit Sapi
Kulit sapi memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi setelah proses penyembelihan. Tidak hanya diolah menjadi bahan makanan seperti kerupuk kulit atau jangkar, kulit sapi juga menjadi bahan penting dalam industri kerajinan, mulai dari tas, sepatu, hingga produk kulit tradisional.
“Kalau kulit sapi ini tergantung dari pabrik bisa juga bikin kerupuk bisa bikin sepatu sandal, jaket, tas dari kulit sapi,” jelas Pak Asik, seorang pengepul kulit sapi.
Pemanfaatan ini menunjukkan bahwa hampir setiap bagian dari sapi memiliki kegunaan, sehingga tidak ada yang terbuang percuma.
Harga Sapi untuk Kurban
Di sisi lain, harga sapi untuk kurban relatif lebih tinggi dibandingkan hewan lain. Sapi Bali atau sapi lokal biasanya dibanderol mulai belasan hingga puluhan juta rupiah, tergantung bobot dan kualitas. Jenis limosin atau simental bahkan bisa mencapai harga lebih tinggi karena ukuran tubuhnya yang jumbo.
Berbeda dengan sapi, harga kerbau untuk kurban cenderung lebih rendah. Meski dagingnya lebih alot, kulit kerbau justru lebih mahal dibandingkan kulit sapi karena lebih kuat dan keras.
“Kulit kerbau malah lebih mahal, dagingnya memang lebih murah dari sapi, tapi kulitnya mahal karena lebih kuat dan lebih keras, lebih tahan lama,” jelas Pak Asik.
Kambing Lebih Terjangkau
Sementara itu, kambing menjadi pilihan paling terjangkau bagi masyarakat. Harga kambing kurban berkisar dari satu hingga beberapa juta Rupiah, tergantung usia dan kondisi fisik. Kambing juga lebih praktis dalam perawatan dan penyembelihan, sehingga banyak dipilih oleh individu atau keluarga kecil.
“Kalau pendapat ulama malah kambing urutan utamanya untuk kurban, lebih baik 1 kambing untuk kurban 1 orang dari pada unta untuk 7 orang,” kata Hartono, seorang panitia kurban.
“Dan kalau Pian mau tahu, kambing itu malah lebih rendah kolesterol loh. Cuma warga banyak belum paham ini,” ungkap dia.





