.CO.ID-JAKARTA.
Kenaikan harga beras menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi inflasi pada Mei 2026, dengan tingkat inflasi sebesar 0,28% secara bulanan (month to month/mtm) dan 3,08% secara tahunan (year on year/yoy). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa beras menjadi salah satu komoditas pangan pokok yang berkontribusi signifikan terhadap kenaikan inflasi, baik dalam perhitungan bulanan maupun tahunan.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini menjelaskan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar pada Mei 2026 dengan tingkat inflasi sebesar 0,39% dan andil terhadap inflasi umum sebesar 0,12%. Beberapa komoditas yang menjadi pendorong utama inflasi di kelompok ini antara lain cabai merah, minyak goreng, bawang merah, tomat, dan beras.
Meski andil inflasi beras secara bulanan hanya sebesar 0,02%, komoditas ini tetap menjadi faktor yang konsisten mendorong kenaikan harga pangan dalam beberapa bulan terakhir. “Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau di antaranya adalah cabai merah, minyak goreng, bawang merah, tomat, dan beras,” ujar Pudji dalam konferensi pers, Selasa (2/6/2026).
Beras juga tercatat sebagai salah satu komoditas utama yang menyumbang inflasi pada komponen harga bergejolak (volatile food). Pada Mei 2026, komponen harga bergejolak mengalami inflasi sebesar 0,22% dan memberikan andil inflasi sebesar 0,04%. Selain beras, komoditas lain yang turut mendorong inflasi pada kelompok ini antara lain cabai merah, bawang merah, tomat, dan sawi hijau.
Tidak hanya berdampak pada perhitungan bulanan, beras juga menjadi salah satu penyumbang utama inflasi secara tahunan. BPS mencatat bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan Mei 2026, yaitu sebesar 1,43%. Dalam kelompok tersebut, komoditas yang dominan menyumbang inflasi tahunan antara lain ikan segar dan beras.
BPS menunjukkan bahwa beras menjadi salah satu komoditas yang konsisten memberikan tekanan terhadap inflasi, baik dalam perhitungan bulanan maupun tahunan. Pada kelompok makanan dan komponen harga bergejolak, kenaikan harga beras menjadi salah satu faktor utama yang mendukung inflasi Mei 2026 di tengah meningkatnya harga sejumlah komoditas pangan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa beras masih menjadi komoditas penting yang perlu diperhatikan dalam pengendalian inflasi di Indonesia.
Faktor Penyebab Kenaikan Harga Beras
Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap kenaikan harga beras antara lain:
- Permintaan yang tinggi: Meningkatnya permintaan dari kalangan masyarakat, terutama di daerah-daerah yang mengalami kekurangan pasokan.
- Cuaca ekstrem: Perubahan iklim dan cuaca yang tidak menentu dapat memengaruhi hasil panen beras.
- Biaya produksi yang meningkat: Kenaikan harga pupuk, air, dan tenaga kerja berdampak pada biaya produksi yang lebih tinggi.
- Ketidakstabilan harga internasional: Fluktuasi harga beras di pasar global juga berpengaruh terhadap harga dalam negeri.
Dampak Inflasi Terhadap Masyarakat
Inflasi yang disebabkan oleh kenaikan harga beras memiliki dampak langsung terhadap masyarakat, terutama bagi kelompok masyarakat dengan pendapatan rendah. Kenaikan harga beras dapat memengaruhi kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan pokok. Oleh karena itu, pemerintah dan lembaga terkait perlu terus memantau dan mengambil langkah-langkah untuk menstabilkan harga beras serta memastikan ketersediaannya di pasar.
Upaya Pemerintah dalam Mengendalikan Inflasi
Pemerintah telah melakukan beberapa upaya untuk mengendalikan inflasi, termasuk:
- Meningkatkan produksi beras: Melalui program-program pemerintah seperti bantuan subsidi dan pelatihan pertanian.
- Menjaga stabilitas harga: Dengan memastikan distribusi beras yang merata dan menghindari penimbunan.
- Mendorong investasi di sektor pertanian: Untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.
- Meningkatkan koordinasi antar lembaga: Agar semua pihak bekerja sama dalam menghadapi fluktuasi harga.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan inflasi dapat dikendalikan sehingga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai.






