Kepala BGN Tinjau Sekolah Indonesia Jeddah dan Buka Peluang Program Makan Bergizi Gratis
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, melakukan kunjungan ke Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) di Arab Saudi. Dalam kunjungannya tersebut, ia membuka peluang penerapan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI) yang bersekolah di luar negeri.
Dadan mengaku terkesan dengan antusiasme para siswa dan guru SIJ yang hadir menyambutnya meski kunjungan berlangsung saat libur sekolah. “Di sini ada sekitar 1.081 anak pekerja migran yang dididik di Sekolah Indonesia Jeddah. Saya kira ini program yang bagus karena bisa membuat anak-anak pekerja migran memiliki harapan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Menurutnya, sekitar 100 siswa bersama 56 guru hadir menyambut kedatangannya. Mereka menyampaikan harapan agar dapat merasakan manfaat Program Makan Bergizi Gratis yang saat ini telah berjalan di Indonesia. “Mereka sangat well informed terkait program MBG yang ada di Indonesia. Sebagai warga negara Indonesia, mereka merasa memiliki hak yang sama dan menginginkan program yang sama seperti yang dirasakan teman-temannya di Tanah Air,” tambahnya.
Selain SIJ yang memiliki 1.081 siswa, terdapat juga Sekolah Indonesia Makkah dengan sekitar 400 siswa. Aspirasi dari kedua sekolah tersebut akan dilaporkan kepada Presiden untuk dikaji lebih lanjut. “Kami datang untuk melihat langsung dan nanti akan kami laporkan kepada Presiden apakah dimungkinkan membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sekolah Indonesia Jeddah. Ini bisa menjadi pilot project pertama,” jelasnya.
Jika disetujui, program tersebut akan menjadi percontohan pertama pelaksanaan MBG di luar negeri. Mekanisme pelaksanaannya akan mengacu pada sistem yang telah diterapkan di Indonesia. “Kalau pelayanan makan bergizi dilaksanakan, maka akan dilayani oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Kami akan menggandeng pengusaha Indonesia di Jeddah yang mampu membangun SPPG. Mekanismenya akan sama seperti di Tanah Air,” jelasnya.
Terkait menu makanan, Dadang menegaskan bahwa penyediaannya akan disesuaikan dengan kondisi dan ketersediaan bahan pangan lokal di Arab Saudi. “Tentu saja akan disesuaikan dengan kondisi lokal. Mitra yang membangun satuan pelayanan gizinya akan menyediakan makan pagi atau makan siang di sekolah dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia di sini,” ujarnya.
Realisasi program tersebut memerlukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta kementerian yang membidangi perlindungan pekerja migran Indonesia. “Untuk sementara ini masih dalam tahap kajian. Nanti saya pulang dan melaporkan terlebih dahulu. Kalau disetujui, ini akan menjadi percontohan pertama,” katanya.
Pengalaman Menjalani Haji Pertama
Dalam kesempatan yang sama, Dadang juga berbagi pengalaman spiritual saat menunaikan ibadah haji pertamanya tahun ini bersama sang istri setelah menunggu selama 12 tahun. “Kami berdua sudah mendaftar sejak 5 Mei 2014. Jadi 12 tahun menunggu dan akhirnya dipanggil tahun ini. Kami berangkat menggunakan kuota haji reguler dari Indonesia,” tuturnya.
Ia mengaku bersyukur seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar, mulai dari keberangkatan, umrah wajib, wukuf di Arafah, hingga pelaksanaan lempar jumrah di Mina. “Entah kenapa semua dilancarkan. Dari embarkasi sampai tiba di Jeddah semuanya lancar. Saat wukuf, lempar jumrah, hingga hari-hari tasyriq, meski kerumunan sangat besar, rasanya seperti selalu diberi jalan,” kenangnya.
Dadang juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun 2026. Menurutnya, pelayanan yang diberikan petugas membuat jemaah dapat beribadah dengan nyaman dan tenang. “Saya ikut merasakan langsung dari embarkasi. Pemeriksaannya cepat, pengaturan bus sangat baik, begitu juga saat tiba di Arab Saudi. Saya berinteraksi dengan banyak jemaah dan mereka sehat serta bahagia karena layanan dan konsumsi yang melimpah,” ujarnya.
Ia secara khusus memuji dedikasi petugas haji Indonesia yang dinilainya bekerja dengan penuh keramahan dan profesionalisme. “Petugasnya baik-baik semua. Mereka membimbing dengan sangat baik. Saya merasakan bagaimana dilayani dengan baik sehingga ibadah dapat berjalan lancar,” pungkasnya.






