Pemkot Surabaya Perkuat Pengawasan Jukir dengan Pemasangan Foto di Rambu Digital
Pemerintah Kota Surabaya terus memperkuat pengawasan terhadap para juru parkir (jukir) melalui inovasi digital. Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya mengimbau warga untuk tidak ragu menolak membayar jika jukir yang bertugas tidak sesuai dengan identitas yang tercantum pada rambu digital.
Plt Kepala Dishub Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menjelaskan bahwa pihaknya akan memasang foto jukir resmi di 819 titik lokasi parkir digital Tepi Jalan Umum (TJU). Tujuan dari pemasangan ini adalah untuk mencegah praktik jukir liar yang sering meresahkan masyarakat.
“Kami akan melakukan pemasangan foto jukir di seluruh 819 titik tersebut. Jika sampai hari Sabtu (6/6) belum selesai, kami akan melanjutkannya pada Senin. Kami targetkan pemasangan selesai dalam waktu dekat,” ujar Trio di Surabaya, Rabu (3/6).
Menurut Trio, pemasangan foto jukir merupakan bagian dari program digitalisasi parkir yang sedang berjalan di Kota Surabaya. Proses pemasangan dilakukan dengan cara mengambil foto langsung dari petugas parkir resmi di setiap lokasi.
“Program digitalisasi parkir ini mencakup pemberian identitas lengkap berupa foto yang terpasang di rambu kawasan parkir digital. Foto tersebut berasal dari jukir yang resmi bekerja,” tambah Trio.
Mencegah Penyalahgunaan Atribut oleh Pihak Tak Berwenang
Trio menegaskan bahwa kebijakan pemasangan foto jukir bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan atribut petugas parkir oleh pihak yang tidak berwenang. Ia mengajak masyarakat untuk segera melapor jika masih menemukan jukir nakal.
“Apabila di rambu parkir terdapat perbedaan antara foto yang tertera dan personel yang bertugas sebagai jukir, masyarakat bisa langsung menegur atau menghubungi nomor 112 atau hotline Dinas Perhubungan,” ujarnya.
Dishub Surabaya juga memastikan bahwa setiap laporan terkait pelanggaran jukir akan ditindaklanjuti. Termasuk aduan mengenai petugas yang tidak sesuai identitas pada rambu digital akan direspons secara cepat.
“Karena itu, masyarakat tidak perlu ragu. Jika fotonya tidak sesuai dengan petugas parkir yang ada, saya wajibkan warga Surabaya untuk menolak membayar,” tegas Trio.
Ajakan untuk Mendukung Digitalisasi Parkir
Selain itu, Trio mengajak masyarakat untuk mendukung digitalisasi parkir dengan beralih ke metode pembayaran non-tunai. Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif dari masyarakat.
“Kami mohon bantuan warga Kota Surabaya. Dukunglah digitalisasi parkir, karena sebaik apapun program kalau tidak didukung warga kota yaitu tetap membayar tunai, maka program ini akan tertatih-tatih,” ujarnya.
Keuntungan Digitalisasi Parkir bagi Warga
Digitalisasi parkir memiliki beberapa manfaat bagi masyarakat, antara lain:
- Meningkatkan transparansi dalam pengelolaan parkir.
- Meminimalkan praktik penipuan atau penyalahgunaan oleh jukir.
- Memudahkan proses pembayaran dengan metode non-tunai.
- Membantu pemerintah dalam mengontrol jumlah jukir yang beroperasi.
Dengan adanya pemasangan foto jukir di rambu digital, warga Surabaya diharapkan lebih waspada dan aktif dalam mengawasi keberadaan jukir di sekitar area parkir. Hal ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas layanan parkir di kota yang dikenal sebagai kota metropolitan ini.






