JAKARTA – Penyanyi sekaligus penulis lagu, Bernadya, akan segera meluncurkan album terbaru yang berjudul “Semoga Hanya di Mimpi”. Album kedua dari Bernadya ini akan dirilis melalui JUNI Records pada 24 Juni 2026 mendatang, dua tahun setelah peluncuran album “Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan” yang sukses besar.
Bernadya menyajikan materi yang sangat berbeda dalam “Semoga Hanya di Mimpi”. Salah satu perbedaan yang akan dihadirkan adalah dari segi musik yang membawa nuansa nostalgia ke era 2000-an sesuai interpretasi Bernadya. Sebagai penyanyi kelahiran 2004, dia tertarik dengan musik era 2000-an akhirnya mendapatkan banyak masukan dan referensi dari produser maupun pihak JUNI Records.
“Menurut aku, musik 2000-an lebih playful,” kata Bernadya di kawasan Ampera, Jakarta Selatan pada Rabu (17/6). Pemilik nama lengkap Bernadya Ribka Jayakusuma itu mengaku belakangan ini sering mendengarkan lagu-lagu Indonesia era 2000-an. Atas dasar itu, Bernadya akhirnya ingin menyuguhkan materi bernuansa pop era 2000-an yang sederhana lewat “Semoga Hanya di Mimpi”.
“Aku ingin musik yang enggak neko-neko, straight to the point, yang kayak memang for a reason. Progresinya, liriknya, jadi enggak terlalu banyak show off kunci-kunci yang gimana-gimana gitu,” beber peraih Album Terbaik Terbaik AMI Awards 2024 itu.
Bernadya memasukkan 10 lagu ke dalam album “Semoga Hanya di Mimpi”. Materi tersebut dikerjakan sejak tahun lalu, di tengah kesibukan jadwal panggung. Dalam pengerjaan album itu, dia diarahkan oleh beberapa produser seperti Rendy Pandugo, Enrico Octaviano, Petra Sihombing, dan Vega Antares.
Tidak hanya itu, Bernadya juga dibantu sejumlah musisi untuk penulisan lagu. Seperti, Baskara Putra pada lagu Laut yang Tenang, band Perunggu dalam lagu Peluk Aku Sekarang. “Mereka banyak banget kasih ide sejak mulai workshop,” ujarnya.
Dari segi tema album, Bernadya mengatakan secara garis besar “Semoga Hanya di Mimpi” menggambarkan “Cherophobia: Ketakutan akan Kebahagiaan”. Menurutnya, tema tersebut sangat sesuai dengan apa yang dirasakannya beberapa tahun terakhir.
“Merasa hidup lagi baik-baik saja, semua berjalan menyenangkan, tapi di situlah letak masalahnya, justru takut ketenangan itu tanda bahaya. Jadi, semoga ketakutan itu hanya di mimpi,” tambah Bernadya.
Laut Yang Tenang dipilih menjadi focus track album “Semoga Hanya di Mimpi” milik Bernadya. Adryanto Pratono, CEO JUNI Records, menilai lagu tersebut sangat mewakili album “Semoga Hanya di Mimpi” secara keseluruhan. “Laut Yang Tenang menggambarkan fase Bernadya saat ini,” tutur pria yang karib disapa Boim tersebut.
Album “Semoga Hanya di Mimpi” dari Bernadya akan dirilis pada 24 Juni 2026 dalam format digital, diikuti dengan peluncuran format fisik seperti CD dan vinyl.





