SURABAYA – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN meluncurkan Program LARAS (Limbah Rumah Tangga Sehat) sebagai upaya mengembangkan ekonomi sirkular berbasis pengelolaan limbah rumah tangga yang produktif dan ramah lingkungan.
Program tersebut dirancang untuk mengubah limbah organik rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai tambah sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat. Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan warga.
Peluncuran Program LARAS ditandai dengan penyerahan bantuan pelatihan pengelolaan limbah rumah tangga oleh General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, kepada Ketua Yayasan Bina Bhakti Lingkungan Kota Surabaya, Muh. Amirur Rosyidin. Kegiatan tersebut turut disaksikan Kepala Bidang Kebersihan dan Pemberdayaan Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya pada Kamis (9/7).
Ika Sudarmaja mengatakan, Program LARAS merupakan bentuk komitmen PLN dalam menciptakan manfaat jangka panjang melalui peningkatan kapasitas masyarakat, bukan sekadar pemberian bantuan sosial.
“Kami ingin menghadirkan manfaat yang berkelanjutan. Limbah rumah tangga tidak hanya dipandang sebagai sampah, tetapi dapat diolah menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi apabila dikelola secara tepat. Melalui Program LARAS, kami berharap masyarakat semakin mandiri, produktif, sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Program LARAS mengusung konsep ekonomi sirkular yang menitikberatkan pada pemanfaatan kembali limbah organik menjadi berbagai produk bernilai ekonomi. Pendekatan ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah sekaligus menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat.
Program tersebut dikembangkan melalui tiga tahapan utama, yakni riset produk, produksi, dan pemasaran.
Pada tahap riset, PLN UIT JBM mendukung pengembangan formula serta uji coba tiga produk unggulan berupa sabun berbahan eco enzyme, katalis kompos, dan Suplemen Organik Cair (SOC) yang dapat dimanfaatkan di sektor pertanian. Sebanyak 50 warga binaan juga mendapatkan pelatihan pengolahan limbah organik menjadi eco enzyme dan kompos. Seluruh proses riset dilakukan bersama Yayasan Bina Bhakti Lingkungan sebagai dasar menghasilkan produk yang berkualitas dan siap dikembangkan.
Tahap selanjutnya difokuskan pada peningkatan kapasitas produksi. PLN UIT JBM menyediakan berbagai peralatan berbasis listrik untuk mendukung proses produksi agar lebih efisien, meningkatkan kualitas hasil, sekaligus mempercepat proses kerja kelompok binaan.
Sementara pada aspek pemasaran, PLN memberikan pendampingan dalam penguatan kelembagaan usaha, mulai dari pengurusan legalitas UMKM, izin edar Produk Kesehatan Rumah Tangga (PKRT), hingga penyusunan strategi promosi dan distribusi agar produk mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Sebagai bentuk inovasi pemasaran, PLN UIT JBM juga menyerahkan bantuan sepeda motor listrik yang dilengkapi box fiberglass. Kendaraan tersebut akan dimanfaatkan sebagai sarana pemasaran keliling sekaligus layanan isi ulang (refill) produk ramah lingkungan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong penggunaan energi bersih dalam aktivitas usaha masyarakat.
Ketua Yayasan Bina Bhakti Lingkungan Kota Surabaya, Muh. Amirur Rosyidin, mengapresiasi dukungan PLN UIT JBM yang dinilai tidak hanya memberikan bantuan peralatan, tetapi juga menghadirkan pelatihan, pendampingan, hingga penguatan kelembagaan yang menjadi bekal penting bagi masyarakat dalam mengembangkan usaha.






